- Ketergantungan Kota Mataram terhadap TPA Regional Kebon Kongok menyebabkan penumpukan sampah di TPS Sandubaya akibat pembatasan pengiriman.
- Penumpukan sekitar 10 ribu ton sampah di TPS Sandubaya menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
- Dampak lingkungan tersebut menyebabkan omzet pedagang lokal menurun drastis dan mengurangi aktivitas ekonomi di kawasan TPS Sandubaya.
SuaraBali.id - Pemerintah Kota Mataram masih bergantung pada TPA Regional Kebon Kongok di Kabupaten Lombok Barat sebagai lokasi pembuangan akhir sampah.
Ketergantungan tersebut membuat kondisi tempat pembuangan sementara (TPS) di Kota Mataram rentan mengalami penumpukan jika terjadi pembatasan pengiriman sampah ke TPA regional.
Salah satu titik yang terdampak adalah TPS Sandubaya. Saat ini, volume sampah di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 10 ribu ton.
Penumpukan terjadi akibat pembatasan pembuangan sampah yang sempat diberlakukan beberapa bulan terakhir.
Kondisi itu dikeluhkan warga dan pedagang di sekitar TPS karena bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Dampaknya juga dirasakan terhadap penurunan jumlah pembeli.
Nurhayati, pedagang makanan yang telah berjualan di sekitar TPS Sandubaya sejak 2018, mengaku omzet dagangannya turun drastis akibat kondisi tersebut.
Lapaknya berada sekitar 100 meter dari tumpukan sampah.
“Bau sampah sampai di sini. Makanya kalau sudah jam 11.00 sampai 12.00 Wita saya tutup warung,” ujar Nurhayati, Sabtu (16/5/2026).
Ia mengatakan, warungnya mulai buka sejak pukul 06.00 Wita untuk melayani pembeli sarapan pagi.
Baca Juga: Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
Selama ini, pelanggan utamanya adalah petugas kebersihan dan pemulung yang beraktivitas di kawasan TPS.
“Yang kita harapkan ya petugas ini. Kalau harapkan orang luar tidak mungkin masuk belanja ke sini karena bau sampah,” katanya.
Menurut Nurhayati, kondisi di sekitar TPS Sandubaya sebelumnya cukup ramai karena masih banyak kantor yang beroperasi di kawasan tersebut, termasuk kantor pegadaian.
Namun kini sejumlah kantor telah pindah ke lokasi lain.
“Ini sudah banyak yang pindah,” ujarnya.
Ia menuturkan, kondisi sepi mulai dirasakan sekitar enam bulan terakhir saat pembatasan pembuangan sampah diberlakukan.
Akibatnya, sampah dari berbagai wilayah di Kota Mataram sempat menumpuk di TPS Sandubaya hingga meluber keluar area TPS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan
-
Pegang Pantat Mahasiswi, Karyawan Hotel Ini Dicokok Warga
-
Gempa M7,7 Guncang Flores: Wae Rebo, Kelimutu, dan Goa Rangko Ditutup Sementara
-
1.624 Kali Digoyang Gempa Susulan, Begini Kondisi Terkini Flores Menurut BMKG
-
4 Korban Hilang, Menhub Ungkap Kondisi Kapal Putri Yasmin Sebelum Terbakar