- Kementerian HAM memperkenalkan program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM kepada Bupati Lombok Barat pada 4 Maret 2026.
- Dua program unggulan 2026 ini bertujuan memperkuat dan menjamin penghormatan HAM langsung ke masyarakat akar rumput.
- Program ini direncanakan menjangkau 2000 desa sekaligus mendukung percepatan pencapaian target 17 indikator SDG’s nasional.
SuaraBali.id - Kementerian Hak Asasi Manusia mengenalkan dua program unggulannya yaitu Kampung Redam (Rekonsiliasi dan Perdamaian) dan Desa Sadar HAM saat menemui Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zainuddin di kantornya, di Lombok Barat, Rabu (4/3/2026).
Dua program unggulan tahun 2026 tersebut akan langsung diarahkan ke masyarakat tingkat paling bawah yaitu kampung, desa atau kelurahan dengan tujuan memastikan aspek-aspek Hak Asasi Manusia langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Desa Sadar HAM kami hadirkan untuk memastikan penguatan nilai-nilai HAM itu langsung menjangkau masyarakat di desa-desa. Selain itu juga untuk memastikan aspek-aspek penghormatan, pelindungan, penegakan hingga pemenuhan HAM di masyarakat tingkat desa, menjadi lebih terjamin” ungkap Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Thomas Harming Suwarta, Rabu (4/3).
Dijelaskan Thomas, desa sadar HAM pada tahun 2026 direncanakan menjangkau setidaknya 2000 desa di seluruh Indonesia demikian juga dengan implementasi Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian.
Terkait target kata dia, desa sadar HAM dan Kampung Redam juga akan ikut membantu pencapaian target SDG’s dengan 17 indikatornya karena 17 indikator tersebut terkait dengan Hak Asasi Manusia baik menyangkut Hak Ekosob maupun Sipil dan Politik.
“Pak Menteri HAM tegaskan bahwa hadirnya program-program ini juga untuk mempercepat target capaian SDG’s ya di situ ada target menghapus kemiskinan, tidak ada kelaparan, sanitasi, air bersih termasuk kesetaraan gender, termasuk terciptanya keadilan dan perdamaian dan lain-lainnya,” jelas Thomas.
Pada kesempatan yang sama Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zainuddin menyambut baik hadirnya program Desa Sadar HAM dan Kampung Redam yang menurut dia sangat relevan sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat saat ini termasuk di Kabupaten Lombok Barat.
“Kami sambut baik dan siap dukung karena ini program yang sangat baik. Bicara konflik saja di wilayah kami ini banyak sekali dan tentu kita butuh peran Kementerian HAM sama-sama kita selesaikan ya melalui Kampung Redam. Termasuk Desa sadar HAM karena isu-isu HAM ini banyak sekalii dan kita butuh kerja bersama mengatasinya,” kata Zainudin.
Dia memberi contoh konflik yang sudah lama muncul dan biasa terjadi adalah di Desa Mareje terkait konflik antara umat muslim dan Buddha.
Baca Juga: Kapasitas Tempat Pembuangan Sampah di Lombok Barat Menipis
Sama halnya isu HAM yang saat ini sedang jadi sorotan adalah maraknya tambang ilegal yang dikelola oleh masyarakat secara sporadis termasuk permasalahan tanah.
“Ke depan tentu kolaborasi kami dengan Kementerian HAM akan diperkuat melalui hadirnya program-program ini,” pungkas Zainudin.
Ikut hadir dalam pertemuan ini adalah dua staf Khusus Menteri HAM yang lain Martinus Pigai dan Herman Dogiyai. Juga ikut hadir Sekda Kabupaten Lombok Barat Ahmad Saikhu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar
-
Influencer APG Mengaku 15 Kali Gunakan Whip Pink
-
WNA Australia Isap Liquid Ganja untuk Obat Nyeri Lutut dan Depresi
-
Sering Air Mati Bergilir? Ini Penjelasan Resmi PDAM Lombok Tengah
-
Penampakan Kebakaran Bukit Savana Propok Kawasan Gunung Rinjani