- Balai Karantina NTB menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi hewan kurban di Pelabuhan Gili Mas pada Senin, 13 April 2026.
- Pemberian air bersih bertujuan menjaga kesehatan ternak akibat cuaca terik selama proses pengiriman ke Pulau Jawa menjelang Idul Adha.
- Sepanjang tahun 2026, NTB telah mengirimkan belasan ribu ekor sapi untuk menjaga stabilitas pasokan daging di wilayah Jabodetabek.
SuaraBali.id - Balai Karantina Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk ribuan hewan kurban agar tidak kehausan dan selalu sehat saat mengantre pengiriman ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gili Mas di Kabupaten Lombok Barat.
Kepala Balai Karantina NTB Ina Soelistyani mengatakan penyaluran air bersih dilakukan sebagai respons cepat atas kondisi cuaca terik yang berpotensi mengganggu kesehatan ternak.
"Kebutuhan air minum untuk ternak merupakan hal yang sangat krusial. Kami menyalurkan air bersih mengingat suhu udara bulan ini meningkat," ujarnya di Mataram, Senin (13/4).
Soelistyani menegaskan pihaknya siap menambah pasokan air bersih apabila diperlukan oleh para peternak.
Menurutnya, air bersih sebanyak 5.000 liter tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan mendesak ternak selama tiga hingga lima hari ke depan.
Balai Karantina NTB mencatat lalu-lintas ternak sapi menuju Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) sepanjang 1 Januari hingga 11 April 2026 mencapai 14.511 ekor. Sedangkan, sapi tujuan non Jabodetabek hanya sebanyak 3.042 ekor.
"NTB merupakan salah satu lumbung ternak nasional. Setiap tahun, wilayah NTB menyuplai ribuan ekor sapi ke Pulau Jawa, terutama untuk kebutuhan hewan kurban," kata Soelistyani.
Lebih lanjut ia menyampaikan pengiriman tertinggi terjadi pada 1-11 April 2026 dengan volume mencapai 7.533 ekor sapi dalam 316 kali frekuensi pengiriman. Angka itu melonjak dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebanyak 4.791 ekor dengan 172 kali pengiriman.
Adapun untuk distribusi lokal di wilayah Lombok dan Mataram, total penyaluran sapi mencapai 2.600 ekor dengan 175 kali frekuensi pengiriman sejak Januari hingga awal April 2026. Volume tertinggi tercatat pada Maret sebanyak 862 ekor.
Baca Juga: Jejak Uang Mantan Kepala BPN Sumbawa Terus Ditelusuri Kejaksaan
Data itu memperlihatkan tujuan utama distribusi sapi dari NTB ke pasar Jabodetabek terutama menjelang momentum Hari Raya Idul Adha pada 27 Mei 2026 mendatang.
"Kelancaran distribusi ternak sangat menentukan stabilitas pasokan dan harga di pasar," pungkas Soelistyani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri