- Gubernur NTB memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Mandalika, menemukan harga cabai rawit naik mencapai Rp95 ribu per kilogram.
- Pemerintah daerah akan menggelar Gerakan Pangan Murah pada Jumat untuk menstabilkan harga cabai yang disebabkan mekanisme pasar.
- Pengepul diminta memprioritaskan pasokan cabai untuk kebutuhan lokal NTB daripada mengirim ke luar daerah.
SuaraBali.id - Jelang pelaksanaan ibadah Puasa Ramadan, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bersama jajaran memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Mandalika.
Dari hasil pantauan yang dilakukan, sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik salah satunya cabai rawit.
Gubernur NTB, Lalu Muhammada Iqbal mengatakan harga cabai rawit saat ini sudah mencapai Rp95 ribu per Kg.
Dimana, harga cabai ini merangkak naik jelang ramadan ini. “Bahkan harganya Rp90 ribu – Rp95 ribu per kg hari ini,” katanya Selasa (10/2/2026).
Ia mengatakan, dengan kenaikan harga salah satu komoditas pertanian ini, pemda akan melakukan intervensi. Sehingga harganya tidak mencekik masyarakat.
“Insya allah hari Jum’at akan ada Gerakan pangan murah di seluruh pasar yang ada di NTB. Salah satunya yang akan kita jual adalah cabai ini dengan harga yang lebih rendah,” katanya.
Kenaikan harga ini disebut merupakan mekanisme pasar. Dimana, permintaan lebih tinggi jika dibandingkan dengan persediaan yang ada.
Kondisi ini dipicu oleh perubahan cuaca sehingga produksi para petani tidak sesuai harapan.
“Mungkin banyak juga yang mensuplay ke Jawa atau daerah lain. Selain itu juga kebutuhan mulai meningkat pada jelang puasa ini,” katanya.
Baca Juga: 7 Amalan Sunnah Puasa Ini Bikin Pahala Kamu Meroket
Iqbal membantah jika ada penimbunan oleh oknum tertentu. Sidak pasar ini juga bersama jajaran kepolisian dan tim satgas.
“Belum ada yang mengarah kesana. Apalagi cabai tidak bisa ditimbun karena cepat busuk,” katanya.
Untuk kebutuhan lainnya seperti minyak goreng, pemprov NTB bisa melakukan intervensi melalui subsidi. “Sudah ada jalur distribusi melalui jalur pemerintah. Kalau cabai ini agak sulit,” katanya.
Ia mengingatkan kepada seluruh pengepul cabai untuk tidak lagi mengirim ke luar daerah. Iqbal meminta agar fokus memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam daerah.
“Kalau terjadi kelangkaan stok jadi harga tidak terkendali,” katanya.
Masyarakat di Lombok disebut tidak bisa kurang cabai. Sehingga ketersediaan stok sangat diharapkan terutama pada bulan ramadan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Status Kritis! Danau-Danau di Bali Terancam Mati Akibat Pencemaran
-
Bali Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Pakai Teknologi Canggih Tiongkok
-
Review Spesifikasi Dan Keunggulan TV LG 50 Inch Garansi Resmi
-
Mendaki Rinjani Makin Nyaman: Kini Tersedia Rest Shelter Canggih dengan Panel Surya
-
Tren Femisida Seksual Meningkat di 2025: Korban Didominasi Perempuan Muda hingga Anak