Muhammad Yunus
Selasa, 10 Februari 2026 | 19:33 WIB
Proses pemilihan cabai di salah satu distributor di Lombok Barat [Suarabali.id/Buniamin]
Baca 10 detik
  • Gubernur NTB memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Mandalika, menemukan harga cabai rawit naik mencapai Rp95 ribu per kilogram.
  • Pemerintah daerah akan menggelar Gerakan Pangan Murah pada Jumat untuk menstabilkan harga cabai yang disebabkan mekanisme pasar.
  • Pengepul diminta memprioritaskan pasokan cabai untuk kebutuhan lokal NTB daripada mengirim ke luar daerah.

SuaraBali.id - Jelang pelaksanaan ibadah Puasa Ramadan, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bersama jajaran memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Mandalika.

Dari hasil pantauan yang dilakukan, sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik salah satunya cabai rawit.

Gubernur NTB, Lalu Muhammada Iqbal mengatakan harga cabai rawit saat ini sudah mencapai Rp95 ribu per Kg.

Dimana, harga cabai ini merangkak naik jelang ramadan ini. “Bahkan harganya Rp90 ribu – Rp95 ribu per kg hari ini,” katanya Selasa (10/2/2026).

Ia mengatakan, dengan kenaikan harga salah satu komoditas pertanian ini, pemda akan melakukan intervensi. Sehingga harganya tidak mencekik masyarakat.

“Insya allah hari Jum’at akan ada Gerakan pangan murah di seluruh pasar yang ada di NTB. Salah satunya yang akan kita jual adalah cabai ini dengan harga yang lebih rendah,” katanya.

Kenaikan harga ini disebut merupakan mekanisme pasar. Dimana, permintaan lebih tinggi jika dibandingkan dengan persediaan yang ada.

Kondisi ini dipicu oleh perubahan cuaca sehingga produksi para petani tidak sesuai harapan.

“Mungkin banyak juga yang mensuplay ke Jawa atau daerah lain. Selain itu juga kebutuhan mulai meningkat pada jelang puasa ini,” katanya.

Baca Juga: 7 Amalan Sunnah Puasa Ini Bikin Pahala Kamu Meroket

Iqbal membantah jika ada penimbunan oleh oknum tertentu. Sidak pasar ini juga bersama jajaran kepolisian dan tim satgas.

“Belum ada yang mengarah kesana. Apalagi cabai tidak bisa ditimbun karena cepat busuk,” katanya.

Untuk kebutuhan lainnya seperti minyak goreng, pemprov NTB bisa melakukan intervensi melalui subsidi. “Sudah ada jalur distribusi melalui jalur pemerintah. Kalau cabai ini agak sulit,” katanya.

Ia mengingatkan kepada seluruh pengepul cabai untuk tidak lagi mengirim ke luar daerah. Iqbal meminta agar fokus memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam daerah.

“Kalau terjadi kelangkaan stok jadi harga tidak terkendali,” katanya.

Masyarakat di Lombok disebut tidak bisa kurang cabai. Sehingga ketersediaan stok sangat diharapkan terutama pada bulan ramadan ini.

Load More