- Syekh Muhammad ibn ‘Umar Nawawi al-Bantani menyebutkan sahur, berbuka dengan kurma, dan mandi besar sebelum fajar sebagai amalan sunnah saat puasa.
- Amalan sunnah puasa lainnya meliputi menahan lisan, memperbanyak sedekah, serta i'tikaf di masjid, terutama sepuluh hari terakhir.
- Mengkhatamkan Al-Qur'an minimal satu kali selama Ramadan juga termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim.
SuaraBali.id - Puasa bukan hanya sekedar menahan nafsu dan lapar saja. Banyak amalan-amalan yang baik dilakukan dan mendatangkan pahala.
Amalan-amalan sunnah dalam ibadah puasa sayang sekali jika dilewatkan, karena dapat menyempurnakan ibadah.
Dalam Kitab Nihayah al-Zain fi Irsyad al-Mubtadi’in (Darul Fikr, Beirut, Cetakan l, h. 194), Syekh Muhammad ibn ‘Umar Nawawi al-Bantani menulis amalan-amalan sunnah yang harus dipelihara saat berpuasa, diantaranya yaitu:
1. Makan Sahur
Makan sahur menjadi salah satu aktivitas saat bulan Puasa yang penuh perjuangan.
Bahkan, banyak yang menyerah untuk melakukannya ditanggal-tanggal terakhir bulan puasa. Pasalnya, godaan terbesar saat sahur adalah bangun dipagi buta.
Padahal, makan sahur termasuk amalan sunnah yang sayang dilewatkan.
Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan,” (HR al-Bukhari).
2. Berbuka dengan Kurma
Baca Juga: Makan Telur Bisa Bikin Kuat Puasa? Ternyata Ini Alasannya
Saat bedug adzan maghrib tiba, seringkali mereka yang sedang beraktivitas menunda waktu berbuka puasa. Padahal, menyegerakan berbuka adalah yang terbaik.
Setelah masuk waktu maghrib, sunnahnya dengan menyantap kurma dan air. Seperti hadist yang berbunyi, “Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab itu menyucikan,”(HR Abu Dawud).
3. Mandi Besar sebelum Fajar
Mandi besar dari junub, haid atau nifas sebelum terbit fajar agar bisa menunaikan ibadah dalam keadaan suci, di samping khawatir masuk air ke mulut, telinga, anus dan sebagainya jika mandi setelah fajar.
Kendati tidak bersedia mandi seluruh tubuh sebelum fajar, hendaknya mencuci bagian-bagian tersebut (yang sekiranya rawan masuk air) disertai dengan niat mandi besar.
4. Menahan Lisan
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Pendapatan Indosat Naik Hingga Rp15 Triliun di Akhir 2025, AI Jadi Mesin Cuan Andalan
-
Makan Telur Bisa Bikin Kuat Puasa? Ternyata Ini Alasannya
-
Banjir Bandang Menerjang Lereng Tambora, 23 Rumah Terendam
-
Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas VI Halaman 90 tentang Musyawarah
-
Longsor Setebal 1,5 Meter Timbun Jalur Rinjani, Bagaimana Nasib Wisatawan dan Warga?