Muhammad Yunus
Minggu, 12 April 2026 | 09:32 WIB
Ilustrasi membakar sampah sembarangan
Baca 10 detik
  • Warga Bali memprotes aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan malam hari karena asapnya mengganggu kenyamanan serta waktu istirahat warga.
  • Paparan asap pembakaran sampah mengandung bahan kimia berbahaya yang memicu gangguan pernapasan, penyakit paru-paru, hingga risiko kanker serius.
  • Residu logam beracun dari pembakaran sampah dapat mencemari lingkungan serta memicu gangguan kesehatan jangka panjang termasuk kerusakan otak.

Partikel – partikel tersebut dapat menembus langsung ke dalam paru-paru dan menimbulkan kerusakan.

Asap pembakaran sampah yang terus menerus terhirup hidung itu dapat meningkatkan Risiko penyakit paru-paru, gangguan sistem saraf, serangan jantung dan beberapa jenis kanker.

3. Kerusakan Otak

Pembakaran sampah juga akan menghasilkan residu abu yang mengandung logam beracun.

Abu tersebut akan terkubur di tanah, dan terserap oleh tanaman sayuran atau buah di sekitarnya.

Akibatnya, manusia akan itu terpapar jika mengonsumsi sayuran dan buah tersebut.

Makanan ini kemudian bisa memengaruhi Kesehatan manusia jika dikonsumsi dalam jangka Panjang, seperti kerusakan ginjal hingga otak.

4. Bahaya untuk Ibu Hamil

Kandungan dioksin pada jenis sampah plastik bersifat karsinogenik dan dapat mengganggu sistem hormon dalam tubuh.

Baca Juga: Warga Bali Bakar Sampah Terancam Pidana, Bagaimana Cara Olah Sampah yang Benar?

Racun tersebut dapat menumpuk didalam jaringan lemak dan diserap oleh plasenta janin pada ibu hamil.

Itulah beberapa bahaya membakar sampah untuk Kesehatan. Hentikan kebiasaan buruk tersebut dan beralih ke cara yang lebih aman.

Perlakukan sampah dengan baik, agar Kesehatan anda juga dijaga dengan baik oleh semesta.

Kontributor : Kanita

Load More