- Pegawai Pemerintah Kota Mataram mulai menggunakan sepeda sebagai transportasi berangkat kerja untuk meningkatkan efisiensi waktu dan kesehatan.
- Penggunaan sepeda sistem sewa dipilih karena hemat biaya serta dianggap praktis untuk menempuh jarak di bawah lima kilometer.
- Pejabat tetap menggunakan kendaraan dinas untuk menunjang mobilitas pekerjaan jarak jauh saat melakukan pemantauan atau menghadiri rapat penting.
SuaraBali.id - Kebijakan penggunaan sepeda mulai direalisasikan para pegawai lingkup pemerintah Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sejumlah kepala dinas di pemkot Mataram mulai menggunakan sepeda untuk berangkat kerja. Namun tetap memperhatikan jarak tempuh.
Jika jarak tempuh lebih dari 5 km, biasanya para pegawai tetap memilih menggunakan kendaraan dinas ke tempat kerja.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakir Walad mengatakan Penggunaan sepeda ini disebut lebih efesiensi baik dari bahan bakar maupun waktu karena tidak terjebak macet. Dampak lain penggunaan sepeda ini yaitu pada sisi kesehatan.
Plt Camat Ampenan ini, memilih menggunakan sepeda sistem sewa. Metode ini dinilai lebih hemat dan kualitas sepeda yang digunakan juga sudah sangat bagus.
Tidak hanya mengayuh tetapi juga mennggunakan listrik sehingga memiliki kecematan yang lebih.
“Kemarin ini saya sewa dan hari ini mulai ngantor pakai sepeda. Sewa sepeda ini untuk efesiensi waktu karena kecepatanya lumayan,” ungkapnya.
Ia menuturkan, jarak tempuh dari rumah ke tempat kerja yaitu mencapai lebih dari 5 km. Dari jarak tersebut bisa ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit.
“Saya piliha sepeda ini juga untuk menghemat tenaga karena mau ke kantor bukan olahraga. Tidak terlalu capek,” katanya.
Baca Juga: Perang Iran-AS Bikin Harga Plastik di Pasar Lokal Mataram Melonjak Tajam
Untuk biaya yang dikeluarkan sewa sepeda ini juga tidak terlalu mahal. Dimana, biaya sewa akan dihitung ketika sepeda sedang berjalan atau tidak terkunci.
“Kemarin cuma kena denda saja seribu rupiah karena parkir di luar area. Dan kemarin ke pakai saldo saya hanya Rp6 ribu,” katanya.
Menurutnya, dengan saldo sebesar Rp150 ribu di dalam aplikasi maka bisa digunakan lebih dari sebulan. Penggunaan sepeda dengan sistem sewa sangat murah.
Selain itu, sepeda tersebut juga sudah tersedia dibeberapa tempat yang menjadi lokasi parkir yang ditetapkan.
“Jadi lebih irit. Kalau kita hitung permenit itu Rp350 dan itupun kalau kita nyalakan aplikasi,” tegasnya.
Sedangkan untuk kendaraan dinas yang sudah disiapkan pemerintah, disebutnya tetap digunakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
Langkah Nyata CSR BRI Peduli: Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk 9.500 Orang
-
Bakar Sampah di Bali Bisa Dipidana? Simak Penjelasan Lengkap Gubernur Koster
-
Kunci Jawaban Soal SNBT: Pengetahuan dan Pemahaman Umum
-
Gaya Baru ASN Mataram, Ke Kantor Pakai Sepeda
-
Hotman Paris Soroti Kondisi Pantai Kuta: Ini Pantai atau Apa?