- Banyak peziarah mendatangi TPU Muslim Wanasari Maruti, Denpasar, pada Jumat sore untuk tradisi ziarah menjelang Ramadan.
- Keterbatasan lahan seluas 43,75 are menyebabkan jenazah sering dimakamkan dengan cara ditumpuk dalam satu liang lahat.
- Makam tanpa penziarah lebih dari lima tahun akan dicabut nisannya karena tanah merupakan tanah wakaf tanpa sistem sewa.
SuaraBali.id - Satu per satu orang mendatangi TPU Muslim Wanasari Maruti, Denpasar, Jumat (13/2/2026) sore.
Mereka membawa bebungaan untuk ditaburkan di atas makam sanak saudara mereka yang disemayamkan di pemakaman tersebut.
Para peziarah nampak khidmat duduk dan berdoa di depan nisan kerabat mereka. Cuaca mendung sore itu bak penyelimut yang tepat untuk suasana syahdu yang dapat dirasakan di dalam pemakaman.
Jumlah peziarah yang datang lebih banyak dari biasanya, karena dalam sepekan umat Muslim akan memasuki Bulan Ramadan.
Ziarah sebelum Ramadan ini sudah menjadi tradisi turun temurun di salah satu pemakaman Muslim terbesar di Denpasar ini.
Ahmad Yusuf (55), salah satu peziarah yang ditemui mengakui jika keluarganya rutin melakukan nyekar untuk keluarganya yang bersemayam di TPU Muslim Wanasari Maruti.
“Sebenarnya sih ini tradisi ya, bukan dalam agama. Tapi memang tradisi masyarakat kita umumnya di Indonesia,” kata Ahmad saat ditemui di lokasi.
Dia bersama istrinya datang untuk berziarah ke makam anak, mertua, orang tua, keponakan, serta adiknya yang dimakamkan di sana.
Baginya, ziarah menjelang Ramadan ini bisa menjadi momen pengingat untuk menjaga ketaatan ibadah menjelang bulan suci Ramadan.
Baca Juga: 3 Keistimewaan Kurma untuk Santapan Buka Puasa
“Harapan kita sih memang lebih taat, memperbaiki ibadah. Meningkatkan ibadah kita di bulan suci Ramadan daripada bulan-bulan yang lain,” tuturnya.
Namun, dengan usia pemakaman yang melebihi 100 tahun juga menjadikan kondisi pemakaman yang padat.
Batu nisan nyaris tak memiliki jarak dengan batu niasn lainnya ketika berjalan di pemakaman itu.
Pengelola makam pun mencoba beragam siasat untuk dapat mengoptimalkan lahan pemakaman seluas 43,75 are ini.
Dalam perjalanannya, banyak jenazah yang dimakamkan dengan cara ditumpuk secara zigzag dalam satu liang lahat yang sama.
Meski, tidak sedikit juga pemakaman dengan ditumpuk itu juga menjadi permintaan khusus keluarga agar dimakamkan secara berdampingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Dukung Pembiayaan Negara, BRI Sabet 3 Penghargaan Dealer Utama Kinerja Terbaik
-
Kearifan Lokal Tabanan Jadi Harta Karun, Jineng dan Entil Resmi Miliki Hak Paten
-
Viral Aksi Keji di Nusa Penida Bakar Anjing Layaknya Babi Guling, Niluh Djelantik Murka!
-
Jalan Bypass Prof Ida Bagus Mantra Gelap Gulita: Pengendara Takut Hampir Tabrak Orang
-
Bukan Cuma Buku dan Seragam, Lakukan 5 Hal Ini Agar Mental Anak Siap Hadapi Tahun Ajaran Baru