- Prof. Sulfikar: Prabowo harus finalisasi fungsi IKN agar tidak jadi beban finansial & politik.
- Salah satu opsi: Jadikan IKN ibu kota Kaltim & serahkan pengelolaannya ke pemerintah daerah
- Otorita IKN menegaskan pembangunan IKN berada di titik tanpa jalan kembali dan akan terus maju.
SuaraBali.id - Peneliti Profesor Sulfikar Amir mengungkapkan bahwa permasalahan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur harus segera ditindaklanjuti.
Menurut Sulfikar, Presiden Prabowo Subianto harus segera tegas dan berani memutuskan final dari IKN akan difungsikan sebagai apa.
“Untuk menyelesaikan masalah ibu kota (IKN) ini supaya tidak menjadi beban pemerintahan Prabowo dan selanjutnya, ya harus diambil keputusan yang final mau diapain IKN ini,” sebut Sulfikar, dikutip dari youtube Bambang Widjojanto, Kamis (6/11/25).
Sulfikar menyebut apabila IKN akan diteruskan sebagai Ibu Kota Negara, maka konsekuensi financial yang menjadi risiko.
“Kalau IKN mau dilanjutkan sebagai ibu kota negara ada konsekuensi financial disitu,” imbuhnya.
Sementara itu, soal target IKN di 2028, Sulfikar akui tidak begitu yakin. Pasalnya, kini Sulfikar melihat bahwa IKN sudah tidak menjadi prioritas Prabowo.
“Saya sendiri tidak yakin itu bisa tercapai di tahun 2028. Kalau kita lihat dukungan financial dari pemerintahan Prabowo untuk menyelesaikan target Tahun 2028,” ujar Sulfikar.
Sulfikar kemudian menjelaskan soal Keputusan final yang ia sebutkan. Salah satunya yakni potensi IKN dinyatakan sebagai proyek ibu kota Kalimantan Timur, sehingga pengelolaannya dapat dibagi dengan pemerintah daerah.
“Jadi harus ada putusan final, ya misalnya IKN dinyatakan sebagai proyek untuk menjadi ibu kota Kalimantan Timur dan final itu. Jadi seluruh atau Sebagian proyek ini diserahkan ke pemerintahan Kalimantan Timur yang Kelola,” jelas Sulfikar.
Baca Juga: Hadir Langsung, Presiden Prabowo Pimpin Pemusnahan 214 Ton Narkoba Hasil Tangkapan Polri
“Sisanya mungkin dipakai oleh pemerintah pusat, misalnya Kementerian – Kementerian tertentu, bisa BUMN pindah kesana, atau Kementerian Kehutanan pindah kesana biar kemudian mengelola lingkungan hutan disana,” tambahnya.
Sulfikar kembali menegaskan bahwa proyek IKN ini harus segera difinalisasi agar tidak menjadi beban pemerintahan Prabowo.
“Jadi harus difinalisasi, kalau tidak ini akan menjadi beban tidak hanya secara financial, tetapi juga secara politik terhadap Prabowo,” sebut Sulfikar.
Seperti diketahui, belakangan ini media asing asal Inggris, The Guardian memuat artikel berjudul Indonesia’s new Capital, Nusantara, in danger of becoming ‘ghost city’ pada rabu 29 Oktober 2025 lalu.
Menanggapi hal ini, menurut Sulfikar sebutan Ghost City di sebuah kota maupun negara sudah sangat biasa.
“Fenomena Ghost town atau Ghost city inikan bukan yang pertama kali di IKN. Di negara – negara lain juga terjadi, biasanya karena adanya masalah financial yang berkurang, sehingga mereka tidak bisa mencapai target yang ingin dikejar,” terang Sulfikar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Terkini
-
Sirkuit Mandalika Akan Jadi Sirkuit Lari
-
Polisi Denpasar Gelar Patroli Besar Cegah Kejahatan Jalanan
-
Kenapa Udara Dingin Australia Pengaruhi Suhu di Bali? Ini Penjelasan BMKG
-
Live Medsos Saat Jam Kerja? Ini Sanksi Bagi ASN Lombok Tengah
-
QLola by BRI Dukung Payroll Perusahaan Lebih Cepat dan Minim Human Error