- Harimau Bali (Panthera tigris balica) adalah subspesies punah di Indonesia.
- Harimau Bali terkecil di dunia (65-100 kg), punya loreng khas.
- Punah 1937 karena hilangnya habitat dan perburuan masif kolonial.
SuaraBali.id - Harimau adalah hewan buas yang kini menjadi hewan langka dan dilindungi.
Di Indonesia terkenal akan harimau Sumatera, namun tak banyak yang tahu ternyata ada harimau dari Bali yang pernah terkenal di dunia.
Harimau Bali (Panthera tigris balica) adalah sub spesies harimau yang sudah punah dan pernah mendiami pulau Bali.
Harimau jenis ini salah satu dari tiga sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa (juga telah punah) dan harimau Sumatera (spesies terancam).
Harimau Bali merupakan harimau terkecil dari ketiga sub-spesies.
Harimau Bali terakhir yang berhasil diambil gambar fotonya adalah seekor harimau yang ditembak mati pada 1925 di Sumbarkima, Bali Barat.
Pada 27 September 1937, ia dinyatakan punah karena kehilangan habitat dan perburuan
Jika tidak punah, harimau Bali yang secara lokal disebut “samong” adalah sebuah kekayaan hayati yang tak ternilai harganya.
Ia adalah harimau terkecil di dunia, yang terbesar adalah harimau Siberia.
Baca Juga: Viral Video Sekda Bali Marahi ASN: Pemprov Jadi Olok-olokan Karena Imbauan Donasi Banjir
Berat harimau Bali jantan antara 90 sampai100 kilogram sedang betinanya antara 65 sampai dengan 80 kilogram.
Ukurannya ini setara dengan ukuran seekor leopard atau macan tutul.
Ukurannya ini adalah sebuah anomali, umumnya semakin menjauh dari katulistiwa semakin besar pula ukuran seekor harimau.
Mungkin evolusi ini disebabkan ukuran pulau Bali yang kecil dan memiliki hewan buruan yang lebih terbatas.
Ia memiliki bulu yang pendek, dengan warna oranye gelap. Lorengnya lebih sedikit dari harimau Jawa dan Sumatra, namun diantara loreng-lorengnya terkadang ada tutul tutul kecil hitam.
Kekhasan ini menyebabkan terkadang harimau Bali digambarkan memiliki loreng-loreng yang lebih rapat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun