- Jonathan Frizzy Dituntut 1 tahun penjara kasus Vape
- Akui hidupnya hancur dan jauh dari anak-anaknya
- Ijonk minta maaf ke publik
SuaraBali.id - Air mata penyesalan dan pengakuan akan kehancuran hidup mewarnai perjalanan Jonathan Frizzy, atau akrab disapa Ijonk, dalam kasus kepemilikan vape berisi obat keras etomidate.
Bintang sinetron berusia 44 tahun ini kini menghadapi tuntutan pidana satu tahun penjara atas pelanggaran Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang pada Rabu (24/9/2025), Jaksa Penuntut Umum dengan tegas menyampaikan tuntutan.
"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Jonathan Frizzy Arcklauss Simanjuntak alias Ijonk anak dari almarhum Herbert Simanjuntak dengan pidana penjara selama satu tahun, dikurangi lamanya terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," kata Jaksa Penuntut Umum di ruang sidang.
Jaksa juga menjelaskan pertimbangan di balik tuntutan tersebut. Perbuatan Ijonk dinilai memberatkan karena tidak mendukung program pemerintah dalam rangka pemberantasan peredaran obat keras ilegal.
Namun, ada secercah keringanan yang dipertimbangkan: Ijonk belum pernah dihukum, mengakui perbuatannya secara terus terang di persidangan, serta menunjukkan penyesalan yang mendalam.
"Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa mengakui perbuatannya dan berterus terang di persidangan, serta menyesali perbuatannya," jelas Jaksa Penuntut Umum.
Sebelum tuntutan ini dibacakan, Ijonk sendiri telah mengungkapkan betapa kasus ini telah mengguncang kehidupannya.
"Bukan cuma nyesal. Bisa dibilang hidup saya hancur," ujarnya beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Viral Dugaan WNA Pukul WNI di Restoran, Ternyata Keributan Dipicu Rokok Elektrik Vape
"Saya nyesal, saya kecewa, saya marah atas semua kesalahan saya yang sudah saya perbuat dan di luar kemampuan saya juga,” ujarnya.
Terpisah dari anak-anaknya menjadi beban terberat bagi kekasih Ririn Dwi Ariyanti ini.
Ia mencoba mengikhlaskan proses hukum yang harus ia jalani, sembari berharap kasusnya bisa menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas.
"Rasanya di dalam sini, saya jalani cuma bersyukur. Karena, di luar kemampuan diri saya dan saya harus sekarang terpisah ya, terus jauh dari anak-anak," imbuhnya.
"Saya bilang saya hancur. Semoga ketika nanti saya bisa jadi contoh buat masyarakat di Indonesia, kalau kasus saya ini untuk jadi pelajaran untuk semuanya,” katanya.
Jonathan Frizzy juga menyampaikan permohonan maaf tulus kepada publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern