SuaraBali.id - Badung kini berada di ujung tanduk, menghadapi ancaman krisis sampah serius menyusul rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, Bali pada Desember 2025.
Desakan kuat muncul dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung agar penutupan vital ini ditunda, mengingat waktu yang tersisa sudah sangat mepet.
Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Wijaya, dengan tegas menyoroti ketidakmungkinan menyiapkan solusi penanganan sampah yang memadai dalam waktu yang begitu singkat. "Dalam waktu sesingkat ini mustahil bisa selesai. Minimal butuh dua tahun, terutama untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) maupun TPS3R di desa-desa. Kalau dipaksakan Desember, sampah ini mau dibawa ke mana? Ini pasti ribut,” tegasnya saat rapat kerja Komisi II DPRD Kabupaten Badung membahas penanggulangan sampah, Kamis (4/9/2025), di Kantor Camat Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Wijaya juga menggarisbawahi urgensi pembentukan kesepakatan kolektif antara pemerintah provinsi, kabupaten, desa adat, hingga kelurahan untuk menyusun strategi penanganan sampah jangka pendek, menengah, dan panjang yang komprehensif.
“Kawasan kita adalah kawasan pariwisata, tidak boleh masalah sampah ini dibiarkan,” ujarnya.
Senada dengan Wijaya, Ketua Komisi II DPRD Badung, Made Sada, juga menyuarakan perlunya penundaan penutupan TPA Suwung hingga pengganti yang lebih modern dan efisien, seperti TPA berbasis tenaga listrik dari sampah, benar-benar siap beroperasi.
“Kami ingin sampah benar-benar tuntas, bukan jadi masalah baru,” katanya.
Rencana penutupan TPA Suwung bukan lagi sekadar isu biasa, melainkan telah menjelma menjadi persoalan krusial yang mengancam keberlangsungan Badung sebagai destinasi pariwisata dunia.
Kebersihan dan citra lingkungan yang selama ini menjadi daya tarik utama Badung kini berada di ambang kehancuran jika persoalan sampah tidak ditangani dengan serius dan tepat waktu.
Baca Juga: Georgia Kepincut Bali: Gubernur Koster Bakal Bantu Buka Konsulat
Krisis ini menuntut respons cepat dan terukur dari seluruh pemangku kepentingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali