SuaraBali.id - Pemerintah Provinsi Bali menyatakan kesiapannya untuk membantu pendirian konsulat kehormatan Georgia di Pulau Dewata.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan komitmen ini saat menerima kunjungan Duta Besar Georgia untuk Indonesia, Tornike Nozadze, di Denpasar pada Kamis (4/9/2005).
Kunjungan Duta Besar Nozadze bertujuan untuk membahas tantangan yang dihadapi warga Georgia di Bali, khususnya terkait ketiadaan perwakilan konsuler.
Gubernur Koster merespons positif permohonan tersebut, menyatakan: “Terima kasih atas kunjungan Duta Besar Georgia, saya akan berusaha membantu dan meminta seseorang untuk mencarikan tempat yang representatif guna mendukung rencana pembentukan konsulat kehormatan di Bali,”.
Dukungan Pemprov Bali terhadap rencana ini diharapkan dapat membuka lebar peluang kerja sama bilateral antara Georgia dan Bali, terutama dalam sektor budaya, pariwisata, dan investasi.
Sebagai simbol persahabatan, Gubernur Koster memperkenalkan dan menyerahkan Arak Bali, minuman tradisional khas Bali, kepada Dubes Georgia.
Pertukaran budaya ini dibalas oleh Tornike Nozadze yang menyerahkan anggur khas Georgia, Chateau Mukhrani, menandai jembatan budaya yang kuat antara kedua pihak.
Duta Besar Georgia Tornike Nozadze menyampaikan apresiasi mendalam atas kesempatan berdialog dengan pemerintah daerah di Bali.
Ia menjelaskan urgensi pendirian konsulat kehormatan tersebut mengingat peningkatan jumlah warga Georgia di pulau ini.
Baca Juga: Badung Siapkan Solusi Radikal Untuk Pariwisata: Ubah Air Laut Jadi Air Minum
“Kami sudah lama menunggu kesempatan bertemu ini, banyak masyarakat Georgia yang datang ke Bali, bahkan sejumlah perusahaan Georgia telah berdiri di sini, baik di sektor konstruksi maupun restoran,” kata Duta Besar Nozadze.
Beliau menambahkan bahwa meskipun beberapa kerja sama telah terjalin dalam forum investasi dan bisnis beberapa bulan sebelumnya, ratusan ribu masyarakat Georgia yang keluar masuk Bali kerap menghadapi kesulitan komunikasi dengan perwakilan negaranya karena absennya konsulat kehormatan.
“Kami tahu tidak semua kedutaan memiliki konsulat kehormatan, tetapi kami memahami pentingnya keberadaan itu, beberapa bulan lalu, tercatat lebih dari 300 ribu masyarakat Georgia berada di Bali, karena itu kami memohon rekomendasi dari Bapak Gubernur terkait permasalahan tersebut,” ujar Dubes Georgia.
Duta Besar Nozadze juga menyatakan kekagumannya yang tak pudar terhadap Bali, meskipun ini adalah kunjungan keempatnya.
Ia menegaskan, “Saya percaya Bali adalah harta berharga bagi Indonesia, Bali juga sudah sangat dikenal di kalangan masyarakat Georgia,” ucapnya, seraya menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan dan kesediaan Gubernur Koster.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas X Halaman 173 Kurikulum Merdeka: Sisi Lain Kartini
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas VII Halaman 20 : Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
-
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 67: Salat dan Zikir
-
Bule Australia Aniaya Bule Inggris di Bandara Ngurah Rai Bali
-
7 Fakta Penangkapan Costinel Zuleam di Bali: Buronan Paling Dicari di Eropa