“Kehadiran siswa akan dipantau dengan absen ketat saat datang dan pulang,” katanya.
Ia mengatakan, jika ada siswa yang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas akan dicatat dan ditindaklanjuti.
Ketidakhadiran yang tidak wajar akan menjadi perhatian khusus.
Pihak sekolah juga meminta agar seluruh wali kelas bekerja sama dengan orangtua murid untuk menghimbau agar anak-anak kita tidak terlibat dalam aksi demonstrasi.
Pasalnya, berdasarkan informasi resmi dari pemerintah pusat, aksi anarkis akan ditindak tegas dengan risiko tinggi, bahkan ada perintah "tembak di tempat" bagi tindakan anarkis.
Dalam surat yang beredar, peserta didik yang beragama islam dihimbau untuk membawa sajadah dan kelengkapan sholat lainnya.
Pasalnya, sekolah akan melaksanakan sholat zuhur berjamaah dan doa bersama untuk negeri dan daerah.
“Nanti kalau untuk yang beragama lain menyesuaikan,” tegasnya.
Tim kesiswaan, guru, dan tenaga kependidikan diminta untuk menjalankan fungsi pengawasan ekstra selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga: Gedung DPRD NTB Dibakar, Komputer Hingga Kursinya Dijarah
Hal ini demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Kontributor Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
BRI Perkuat Keuangan Berkelanjutan: Salurkan Rp93,2 Triliun untuk Pembiayaan Ramah Lingkungan