SuaraBali.id - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Bali terkait situasi ketertiban pasca kericuhan yang terjadi di Denpasar, Sabtu (30/8/2025) kemarin.
Terdapat enam poin imbauan yang dibacakan oleh FKUB. Pembacaan imbauan itu juga turut didampingi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
Poin dalam imbauan tersebut meminta agar masyarakat Bali tetap tenang dan turut menjaga keamanan dan ketertiban.
Unsur pengamanan di desa dan kelurahan juga diminta untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan masyarakat di Bali.
Kemudian, penjagaan keamanan tersebut juga diharapkan agar tetap menjaga Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.
Termasuk juga menjaga iklim pariwisata di Bali yang langsung berdampak ke perekonomian Bali yang baru bangkit dari pandemi Covid-19.
Selain poin-poin tersebut, FKUB meminta agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang santun.
Terlebih, penyampaian aspirasi itu juga dijamin oleh undang-undang.
Namun, penyampaian aspirasi agar tidak dilakukan secara anarkis sampai melanggar peraturan perundang-undangan.
Baca Juga: Kericuhan Demo di Polda Bali: 22 Ditangkap, 8 Polisi Luka, Ancaman 'Travel Warning' Mengemuka
“Kami sangat memahami dan menghormati bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dijamin oleh konstitusi negara dalam menyikapi perkembangan situasi lokal, daerah, maupun nasional,” kata Wakil Ketua MUI Bali, Samsul Hadi di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Minggu (31/8/2025).
“Namun penyampaian aspirasi tidaknya dilakukan dengan cara santun, berbudaya, tidak anarkis, serta tidak melanggar peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga mendukung aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku anarkisme di Bali.
“Kami mendukung penuh agar aparat keamanan negara TNI dan Polri menjalankan tugas keamanan tanah gumi Bali serta bertindak tegas para pelaku anarkis dari manapun,” tutur dia.
Samsul juga menjelaskan jika massa yang diamankan dan melakukan tindak anarkisme pada aksi demonstrasi di Bali sengaja didatangkan dari luar Bali untuk melakukan tindakan tersebut di Bali.
“Berdasarkan informasi bahwa massa yang melakukan aksi demo anarkis di tanah gumi Bali sengaja didatangkan dari luar Bali. Kami menolak segala bentuk demo anarkis di tanah gumi Bali,” papar Samsul.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas X Halaman 173 Kurikulum Merdeka: Sisi Lain Kartini
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas VII Halaman 20 : Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
-
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 67: Salat dan Zikir
-
Bule Australia Aniaya Bule Inggris di Bandara Ngurah Rai Bali
-
7 Fakta Penangkapan Costinel Zuleam di Bali: Buronan Paling Dicari di Eropa