- Wisata Bali Terancam Akibat Demo
- Peringatan Perjalanan dari Negara-negara Lain Jika Bali Dianggap Tidak Aman
SuaraBali.id - Aksi unjuk rasa yang berakhir anarkis di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Bali, Sabtu (30/8/2025), memasuki babak baru.
Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan 22 orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi perusakan dan provokasi.
Fakta mengejutkan terungkap: mayoritas dari mereka yang ditangkap bukanlah warga asli Bali.
Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, yang menegaskan bahwa situasi kini telah kondusif namun proses hukum akan terus berjalan.
“Kita lihat sekarang sudah kondusif situasinya, pendemo sudah membubarkan diri. Sampai saat ini masih kita cek,” ujar Ariasandy saat ditemui di Mapolda Bali.
“Ada 22 orang yang kita amankan dari pengunjuk rasa. Nanti kita dalami,” imbuhnya.
Dari 22 orang yang kini menjalani pemeriksaan intensif, data awal menunjukkan komposisi yang menarik. Menurut Ariasandy, hanya segelintir yang berasal dari Bali.
- Asal Bali: 4 orang
- Luar Bali: 18 orang
Fakta ini memicu pertanyaan lebih lanjut mengenai siapa yang mengorganisir dan apa motif di balik kericuhan yang menodai citra damai Pulau Dewata.
Pihak kepolisian kini mendalami peran masing-masing individu, dibantu oleh bukti-bukti digital.
“Dari 22 orang yang kita amankan tentunya masih kita dalami lagi kan ada bukti cctv di jalan. Kita bisa pantau siapa-siapa saja yg menjadi pelaku-pelaku pelanggaran,” papar Ariasandy.
Baca Juga: Bali Memanas! Demo Berujung Anarkis, Kendaraan Taktis Polisi Dihancurkan di Depan Gedung DPRD
Kericuhan yang pecah sesaat sebelum massa membubarkan diri itu meninggalkan jejak kerusakan fisik dan korban luka di pihak aparat.
Lemparan batu dan botol air tak terhindarkan, menyasar gerbang utama Mapolda Bali.
Ariasandy merinci kerusakan yang terdata sejauh ini. “Tembok pagar Polda ada yg dicongkel batunya dan dicoret-coret,” ungkapnya.
Namun, dampak yang lebih serius adalah jatuhnya korban luka di kalangan personel kepolisian yang bertugas mengamankan aksi.
Tercatat, sebanyak 8 orang personil polisi mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.
Di luar proses hukum, Kombes Pol Ariasandy menyampaikan kekhawatiran yang lebih besar dampak jangka panjang terhadap citra dan perekonomian Bali.
Sebagai destinasi pariwisata dunia, stabilitas keamanan adalah harga mati.
Berita Terkait
-
Bali Memanas! Demo Berujung Anarkis, Kendaraan Taktis Polisi Dihancurkan di Depan Gedung DPRD
-
Nafa Urbach Bela Kenaikan Gaji DPR, Keluhan Macet Bintaro Malah Jadi Bumerang
-
Soal Batas Laut KEK Serangan, Tantowi Yahya Diminta Bijak Agar Rakyat Jangan Dikurung
-
Pesona Puan Maharani Kenakan Kain Endek Khas Bali Saat Dinner WWF
-
Ini Nama Kader Gerindra Bali yang Lolos ke Senayan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri