SuaraBali.id - Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkap adanya produsen Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) yang belum mendukung kebijakan pelarangan produksi AMDK di bawah 1 liter di Bali.
Koster mengungkap satu perusahaan itu adalah Danone yang memproduksi Aqua.
Dalam kesempatan itu, dia mengadukan hal tersebut kepada Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq yang hadir dalam kegiatan di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Kamis (5/6/2025).
Koster menjelaskan jika dia sudah sempat mengumpulkan 18 perusahaan produsen air mineral di Bali untuk menyosialisasikan kebijakan tersebut.
Namun, hanya Danone yang belum mendukung kebijakan tersebut.
“Jadi kami sudah mengumpulkan para produsen minuman kemasan ada 18 produsen minuman kemasan plastik di bali,” ujar Koster dalam pidatonya pada kegiatan tersebut.
“Kami sudah mengumpulkan semua, semuanya mendukung pak, kecuali satu pak. Izin saya harus menyebut, yang satu yang belum adalah Danone yang memproduksi air Aqua,” ungkapnya.
Dari penjelasannya, Koster mengungkap jika perusahaan-perusahaan AMDK di Bali bersedia untuk menghentikan produksi air kemasan di bawah 1 liter.
Mereka akan menghabiskan stok AMDK di bawah 1 liter yang sudah terlanjur diproduksi dan masih beredar di pasaran.
Baca Juga: Gerakan Bali Bersih Sampah, Antara Ambisi Lingkungan Dan Ancaman Bagi UMKM Lokal
Sementara, Koster berencana akan kembali memanggil Danone terkait hal tersebut.
“Kami akan undang lagi (Danone). Yang lain semuanya sudah setuju menghentikan produksi minuman kemasan sekali pakai dan hanya menghabiskan yang sudah terlanjur diproduksi,” tutur politisi PDIP itu.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq meminta Danone agar secepatnya mengikuti arahan Koster terkait hal tersebut.
Hanif mengaku siap turun tangan jika masih ada perusahaan yang membandel soal kebijakan pelarangan produk kemasan plastik.
“Tadi disampaikan oleh Bapak Gubernur ada salah satu produsen yang belum mendukung upaya Bapak Gubernur menuju Bali bersih,” tutur dia.
“Saya ingatkan hari ini secepatnya mengikuti, apa yang diarahkan Bapak Gubernur atau akan berhadapan dengan Menteri Lingkungan Hidup,” imbuh Hanif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026
-
BRI Perkuat Keuangan Berkelanjutan: Salurkan Rp93,2 Triliun untuk Pembiayaan Ramah Lingkungan
-
Warga Serahkan Elang Tikus Terjerat dan Bayi Lutung ke BKSDA
-
HGB Anda Hampir Habis? Jangan Panik, Begini Cara Perpanjang Sertifikat Lewat HP