SuaraBali.id - Pameran seni ROOTS bertajuk One Hundred Years of Walter Spies in Bali telah resmi dibuka dengan ditandai pemukulan gong oleh sang penggagas sekaligus tokoh penting di balik pameran ini, Michael Schindhelm Sabtu 24 Mei 2025 malam, di Museum ARMA Ubud.
Pembukaan pameran seni ini dimeriahkan dengan penampilan maestro penari dan koreografer Wayan Dibia yang berjudul 'Tuan Tepis', yang seakan menghidupkan kembali tokoh pembaharu seni Walter Spies.
Wayan Dibia yang merupakan guru besar ISI Bali sekaligus murid terakhir Limbak sangat menjiwai sosok Walter Spies dengan topeng kreasi yang diciptakannya.
Untuk memahami peran Walter Spies seabad silam, disajikan tari kecak yang berkolaborasi dengan band Amplytherapy, yang seolah berdialog memperbincangkan masa lalu dan masa kini Pulau Bali.
Seperti diketahui, kecak merupakan sebuah warisan hasil kreasi Walter Spies dan penari Wayan Limbak yang sampai saat ini tetap eksis menghibur wisatawan yang mengunjungi Bali.
Seusai seremoni pembukaan, para pengunjung diantarkan puluhan penari kecak memasuki ruang pameran.
Begitu pintu dibuka tersaji sejumlah karya seni yang terbagi dalam sejumlah ruang subtema yang menghadirkan lukisan, poster, dan instalasi karya Made Bayak dan Gus Dark, serta ruang khusus untuk karya film dokumenter Micahel Schindhelm.
Pameran yang menghadirkan refleksi perjalanan seabad Walter Spies di Bali ini menjadi tema besar ROOTS yang mempertanyakan masa depan Pulau Dewata.
Film dokumenter-fiksi karya Michael Schindhelm seolah ingin mengungkap bahwa di balik ketenaran Bali yang turut dipopulerkan Walter Spies tenyata menyimpan berbagai persoalan seperti degradasi sosial, budaya, dan lingkungan akibat pariwisata massal yang tak terkendali.
Baca Juga: Apa Kata Sandiaga Uno Tentang Villa Tak Berizin yang Marak di Bali Kini?
Persoalan itu ditangkap dan direspons oleh seniman Made Bayak dan Gus Dark.
Kedua seniman Bali yang sangat aktif dalam dunia pergerakan dalam menyuarakan penyelamatan Pulau Bali, dengan penuh leluasa memahami dan merespons dalam sejumlah karya rupa dan poster penyadaran.
Pameran yang menggunakan salah satu ruang pamer Museum ARMA di bagian utara dirombak secara total mengikuti alur pameran yang terdiri lima ruang dan dua ruang gelap untuk pemutaran film.
Kelima ruangan itu adalah paradise created, journey of the soul, over mass tourism/family art, living room 1965 dan water religion.
Michael Schindhelm memberikan apresiasi luar biasa atas terselenggaranya pameran ROOTS yang merupakan rangkaian kegiatan serupa yang digelar di Basel, Swiss pada 2024 lalu.
"Saya bangga karena pameran yang melibatkan banyak seniman rupa, tari, musik dan sastra ini bisa dihadirkan di Bali dan mendapat dukungan berbagai pihak," kata Michael Schindhelm yang juga seorang penulis, sutradara, dan kurator.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster
-
BRImo Makin Diminati, 49,7 Juta Pengguna Catat Transaksi Rp4.166 Triliun
-
Empat Jam Terombang-ambing di Laut, Tangis Aula Pecah Saat Menemukan Sahabatnya Tak Bernyawa
-
Update Kebakaran KMP Putri Yasmin: Korban Selamat Terus Bertambah, 39 Penumpang Baru Tiba di Lembar
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, Tim SAR Temukan 5 Perahu Karet Tanpa Awak di Lokasi