- Bab I buku IPA/IPS Kelas VI Kurikulum Merdeka membahas kesehatan pencernaan, makanan sehat, dan sistem pencernaan.
- Tren makanan viral, seperti makanan pedas dan porsi besar, berdampak negatif bagi sistem pencernaan hingga gangguan lambung.
- Makanan rekreasional dikonsumsi untuk kesenangan dan mengandung tinggi gula, garam, serta lemak, bukan pemenuhan gizi utama.
SuaraBali.id - Dalam Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas VI Kurikulum Merdeka BAB I membahas mengenai Makanan Bergizi untuk Kesehatan Pencernaan.
Melansir dari buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas VI (2025) karya Amalia Fitri, Ati Haviati Oktora, Ekatannia Tresnasari, dan Maria Jeanindya Wahyudi dalam BAB I tersebut siswa mempelajari tentang sistem pencernaan, makanan sehat, hingga pencernaan yang sehat.
Pada halaman 23 terdapat teks mengenai “Fenomena Tren Makanan”. Siswa diberi pertanyaan yang berkaitan dengan teks tersebut.
Berikut kunci jawaban Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas VI Halaman 23.
Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas VI Halaman 23
Dalam teks “Fenomena Tren Makanan” membahas mengenai kurangnya kesadaran Masyarakat akan pentingnya mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
Hal ini terbukti dari mereka yang mulai mengikuti tren gaya hidup tertentu. Seperti contohnya makanan yang baru muncul dan tersebar luas, mereka akan berbondong – bondong mencobanya terlebih untuk makanan pedas.
Padahal, tanpa disadari, tren tersebut justru mendatangkan efek negatif terhadap tubuh, mulai dari gangguan lambung hingga berujung kematian.
Dibagian terakhir dalam teks membahas mengenai makanan rekreasional yang hanya untuk Pelepas kebosenan semata.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas VII Halaman 39: Pak Edo's Hobby
Setelah membaca teks tersebut, siswa diberi 2 pertanyaan, dan berikut kunci jawabannya:
Bacalah teks berikut! Tulis dalam buku catatanmu.
1. Ragam tren yang memberikan dampak negatif terhadap sistem pencernaan.
Jawaban:
Ragam tren yang memberikan dampak negatif terhadap sistem pencernaan saat ini adalah gaya hidup atau kebiasaan berburu makanan viral.
Seperti diketahui, saat ini makanan yang baru muncul dengan cepat kilat langsung tersebar luas di media sosial, bahkan mengundang antrean yang luar biasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Polisi Ungkap Motif Mengejutkan Bocah Lompat dari Lantai 3 di Denpasar
-
Tak Gentar Meski Skuad Pincang, Johnny Jansen Bocorkan Kunci Kemenangan Bali United
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel