- Kejaksaan Negeri dan Dinas Sosial Lombok Tengah memberikan bantuan kursi roda kepada santri korban luka bakar di Batukliang.
- Bantuan diserahkan pada Selasa (9/6) sebagai bentuk respons cepat instansi terhadap musibah kekerasan yang menimpa santri tersebut.
- Kejari mendukung penegakan hukum oleh Polres Lombok Tengah serta mendorong peningkatan pengawasan keamanan di lingkungan pondok pesantren.
SuaraBali.id - Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Dinas Sosial setempat menyalurkan bantuan sosial berupa kursi roda kepada seorang santri yang mengalami luka bakar di salah satu Pondok Pesantren di wilayah Kecamatan Batukliang.
Kepala Kejari Lombok Tengah Putri Ayu Wulandari di Lombok Tengah, mengatakan bantuan berupa satu unit kursi roda ini untuk menunjang mobilitas korban serta paket sembako diperuntukkan bagi keluarga korban.
"Ini merupakan bentuk kepedulian negara terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat musibah yang dialaminya," katanya, Selasa (9/6).
Ia mengatakan setiap anak berhak memperoleh perlindungan, perhatian, serta lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang, terlebih ketika mereka berada dalam lingkungan pendidikan.
“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama. Lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perlakuan yang dapat membahayakan keselamatan anak,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari respons cepat Kejaksaan Negeri Lombok Tengah setelah informasi mengenai kondisi korban terpantau melalui kegiatan patroli siber yang dilakukan oleh Seksi Intelijen.
Selain memberikan bantuan kemanusiaan, Kejaksaan Negeri Lombok Tengah menegaskan dukungannya terhadap setiap upaya penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kejari Lombok Tengah juga mendorong adanya penguatan sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan guna mencegah terulang peristiwa serupa di masa mendatang," katanya.
Sinergi antara Kejaksaan Negeri Lombok Tengah dan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah diharapkan dapat membantu proses pemulihan korban, baik dari sisi fisik maupun sosial, sekaligus memastikan kehadiran negara dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren
Kejaksaan Negeri Lombok Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perlindungan anak dan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta berkeadilan bagi seluruh peserta didik.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di kediaman korban yang berlokasi di Dusun Gunung Wakul, Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.
Korban bersama dua rekannya diduga dibakar oleh temannya menggunakan BBM, sehingga korban dan temannya mengalami luka parah, serta satu korban dikabarkan telah meninggal dunia. Kasus ini sedang ditangani oleh Polres Lombok Tengah dan pimpinan pondok pesantren telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern