SuaraBali.id - Kapolres Ngada, Nusa Tenggara Timur Non Aktif, AKBP Fajar Widyadharma Lukman ditangkap Propam Mabes Polri pada Kamis (20/2/2025) lalu.
Ia ditangkap karena dugaan pencabulan kepada tiga anak di bawah umur. Ketiga korban masih berusia 13 tahun, 12 tahun, dan 14 tahun.
Pada kasus tersebut, AKBP Fajar diduga merekam video aksi kekerasan seksual ketiga korban dan menjualnya ke situs luar negeri.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Imelda Manafe, mengatakan kasus pencabulan anak terungkap setelah pihak berwajib Australia menemukan video asusila bocah asal Indonesia di situs porno negara tersebut.
Temuan tersebut lalu dilaporkan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kementerian P3A kemudian menginformasikan ke Polda NTT.
"Pertama itu ada berita dari Pemerintah Australia itu langsung disampaikan ke kementerian PPA. Dari Kementerian PPA itu menyampaikan ke Polda NTT," kata Imelda pada Senin (10/3/2025) sebagaimana diwartakan digtara.com – jaringan suara.com.
Disebutkan kalau saat ini ada satu korban pencabulan yang sedang didampingi oleh Dinas P3A Kota Kupang. pendampingan terus dilakukan setiap harinya.
"Sementara kami dampingi itu satu orang usia 12 tahun," kata Imelda.
Baca Juga: Buntut Ronaldo Tak Datang ke Kupang, Legalitas Yayasan Graha Kasih Akan Diusut
Namun dari hasil asesment ditemukan lagi menjadi tiga korban dan ketiganya diduga mendapat kekerasan seksual dari diduga pelaku AKBP Fajar.
"Berdasarkan asesmen bertambah menjadi tiga orang berusia tiga tahun dan 14 tahun," ujarnya.
Hasil konseling dengan korban, kekerasan seksual yang dialami ketiga korban oleh AKBP Fajar tersebut sudah terjadi sejak pertengahan tahun 2024 lalu dimana saat awal pendampingan korban berusia 12 tahun itu sempat mengalami trauma berat.
Sedangkan mantan Kapolres Ngada, AKBP. Fajar Wodyadharma Lukman Sumaatmaja diamankan tim Propam Mabes Polri dan Bidang Propam Polda NTT pada Kamis (20/2/2025) lalu atas dugaan kasus narkoba dan asusila.
Ia dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Divisi Propam Polri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tes urine yang dilakukan Divisi Propam Polri terhadap AKBP Fajar dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern