SuaraBali.id - Seorang anak berinisial IMRAK (10) menjadi korban penculikan sepulang sekolah di Denpasar pada Rabu (5/2/2025) kemarin. Pelakunya adalah mantan karyawan orangtua korban yang kini sudah diberhentikan yang bernama I Wayan Sudirta (29).
Ayah korban, I Komang Sudiarta (49) mengaku jika pelaku adalah mantan karyawan korban yang bekerja sebagai kurir. Sementara, Sudiarta merupakan pemilik dari sebuah distributor kosmetik di Denpasar.
Namun, pria itu mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan pelaku walaupun sudah diberhentikan dari perusahaannya.
Pasalnya, dia menyebut keputusan pemberhentian pelaku diputuskan oleh manajer dan supervisor. Tapi, rasa sakit hati itu yang menjadi motif pelaku melakukan perbuatannya.
“Saat supervisor dan manajernya bilang kurang berkompeten, dia mengajukan untuk orang ini diganti. Jadi saya hanya approve (menerima), saya tidak ada melakukan penilaian apa pun,” ujar Sudiarta saat ditemui di Mapolsek Denpasar Selatan, Kamis (6/2/2025).
Sudiarta juga mengakui jika biasanya anaknya memang dijemput oleh karyawannya. Hal itu yang dimanfaatkan pelaku untuk melakukan tindakan tersebut, terlebih dia sudah pernah menjemput korban sebelumnya.
“Iya, memang karyawan saya yang jemput biasanya. Anak saya katanya mengenali dari suaranya,” tuturnya.
Dia juga mengaku sempat terlibat negosiasi dengan Sudirta yang meminta tebusan lewat telepon. Beruntung, saat ditelpon, Sudiarta sudah bersama petugas kepolisian.
Dalam rekaman video bukti terdengar jika pelaku meminta tebusan hingga Rp100 juta. Selain itu, pelaku juga mengancam akan membahayakan anak Sudiarta lainnya yang kini berada di Surabaya.
Baca Juga: Terungkap Penyebab LPG 3 Kilogram Langka di Denpasar
“Jangan anda lapor polisi. Sekali-sekali anda melapor polisi, anakmu bukan di sini aja bahaya, yang di Surabaya bahaya juga,” ancam pelaku.
“Saya nggak mau tahu, sekarang transfer 100 juta atau 80 juta boleh,” imbuh dia.
Sudiarta menjelaskan jika proses negosiasi berlangsung sampai pelaku meminta Rp10 juta rupiah. Namun, permintaan itu tak dituruti oleh Sudiarta.
“Iya, memang karyawan saya yang jemput biasanya. Anak saya katanya mengenali dari suaranya,” tuturnya.
Saat ini, IMRAK sudah berhasil diselamatkan dalam keadaan sehat namun masih trauma atas kejadian itu. Korban disiapkan untuk menerima layanan psikiater untuk menjaga kondisi psikologisnya.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG