SuaraBali.id - Imbas cuaca ekstrem yang mengakibatkan hujan es dan ombak tinggi di kawasan Tabanan, Bali membuat Pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, melarang aktivitas wisatawan di bibir pantai.
Menurut Kepala Divisi dan Promosi Pengembangan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot Wayan Sanjaya Tampi, hujan deras yang mengakibatkan hujan es hingga ombak di pantai DTW Tanah Lot mencapai dua meter.
Hal ini membuatnya mewanti-wanti agar wisatawan tidak mendekati wilayah pantai di Tanah Lot
Menurut Wayan Sanjaya untuk mengawasi pergerakan ribuan wisatawan yang berada di lokasi objek wisata Tanah Lot, pihaknya melibatkan petugas Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) dari Polres Tabanan dan penjaga pantai.
"Berhubung kondisi cuaca ekstrem melanda Bali.Bilamana ada turis yang mendekati bibir pantai mereka langsung memberitahukan pada wisatawan itu untuk segera menjauh," imbuhnya.
Selain petugas yang berjaga, DTW Tanah Lot Tabanan ini juga menempelkan sejumlah larangan untuk mendekati daerah pantai dan tebing pantai saat cuaca ekstrem terjadi.
Menurutnya meski terjadi fenomena alam yang mengakibatkan hujan es dan ombak tinggi kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot tidak terpengaruh.
"Kunjungan wisatawan yang datang ke DTW Tanah Lot tidak terpengaruh akibat cuaca buruk ini. Dari data wisatawan asing yang berkunjung ke DTW hari ini berjumlah 2.000 orang, sedangkan untuk wisdom berjumlah 3.000 orang," imbuhnya.
Selain itu DTW Tanah Lot akan membuat wahana baru berupa panggung terbuka yang lokasinya di sekitaran DTW untuk menarik minat wisatawan baru.
Baca Juga: Catat, Jadwal Relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor Mulai Bulan November Ini
"Panggung terbuka itu diperuntukkan untuk sajian pentas budaya Bali. Selain untuk mendongkrak kunjungan, tujuan dibangunnya wahana baru ini juga sebagai bentuk Dtw berupaya untuk menjaga kelestarian budaya Bali itu sendiri, " kata Wayan Sanjaya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN