SuaraBali.id - Pertumbuhan awan konvektif memicu hujan di wilayah Bali. Hal ini dinyatakan oleh Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar.
“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Bali, Kamis (31/10/2024).
Menurut BMKG, indeks El Nino Osilasi Selatan (ENSO) bernilai minus 0,61 yang berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia bagian timur, dari nilai normalnya adalah 0,5.
Nilai indeks tersebut berada dalam rentang nilai minus 0,5 hingga minus 0,9 yang termasuk kriteria La Nina dengan kategori yang masih lemah.
Kondisi itu terkonfirmasi dengan hasil pengamatan BBMKG Denpasar yang mendata terdapat adanya pola perlambatan angin di sekitar wilayah Bali yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.
BMKG menyebutkan awan konvektif tersebut terlihat lebih terang karena mengandung lebih banyak butiran air dan lebih tebal.
Untuk itu, BBMKG Wilayah III memperkirakan pada 31-02 November 2024, terdapat potensi hujan ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Bali.
Kondisi itu juga didukung suhu muka laut di sekitar wilayah Bali umumnya berkisar 28-30 derajat celcius dan massa udara basah terkonsentrasi mulai dari lapisan permukaan hingga 700 milibar atau 3.000 meter.
Kemudian angin pada 31 Oktober hingga 2 November 2024 diperkirakan bertiup dari arah timur laut-barat daya dengan kecepatan hingga 36 kilometer per jam.
Baca Juga: Debat Perdana Cawagub Bali Soal Vila Liar Milik WNA, Nominee Jadi Sorotan
Kemudian tinggi gelombang laut di perairan utara Bali diperkirakan hingga 1,25 meter, kemudian di perairan Selatan Bali, Selat Bali dan Selat Lombok diperkirakan hingga dua meter.
“Nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari waspadai potensi peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang laut yang dapat mencapai dua meter di perairan Bali,” katanya.
Saat ini kondisi angin dan gelombang laut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, berdasarkan pengamatan BBMKG Denpasar. Pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Sedangkan operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Untuk kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo