SuaraBali.id - Sejumlah pasal pada undang-undang kesehatan menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Salah satunya tentang penjualan alat kontrasepsi seperti kondom yang bisa dijual ke para remaja.
Salah seorang ibu rumah tangga dari Mataram, Mala mengatakan para orang tua mulai khawatir dengan aturan tersebut. Kini ia merasa harus lebih ketat untuk memantau aktivitas anak-anak remaja.
“Ibu-ibu harus ekstra hati-hati, dan lebih aktif memantau aktivitas anak-anak,” katanya Kamis (8/8/2024) pagi.
Pemerintah pusat telah menerbitkan peraturan pemerintah (PP) nomor 28 tahun 2024 tentang pelaksanaan UU Kesehatan. Di dalam PP tersebut juga membahas tentang penjualan alat kontrasepsi kesehatan untuk remaja.
Ia menegaskan kurang setuju dengan adanya kebijakan tersebut. Menurutnya, pendidikan seks penting diberikan di sekolah melalui guru-guru professional sehingga penyampaian tepat sasaran.
“Kurang setuju, kebijakan ini terkesan melegalkan seks bebas. Kalau pun harus ada pendidikan seks harusnya di berikan di sekolah melalui guru-guru yang profesional sehingga penyampaian bisa tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Mataram H Moh Carnoto mengatakan alat kontrasepsi itu sudah ada sasarannya misalnya pasangan usia subur. Penggunaan alat kontrasepsi ini untuk menjaga jarak kehamilan.
“Kalau digunakan kepada hal yang tidak baik ini juga akan jadi masalah,” katanya.
Ia mengatakan, kata penjualan alat kontrasepsi untuk remaja itu memberikan persepsi yang berbeda kepada masyarakat. Sehingga harus ada penjelasan yang lebih rinci seperti halnya pada undang-undang perkawinan yang mengatur tentang batas usia baik laki-laki maupun perempuan.
Baca Juga: Tabrak Dan Seret Pengguna Jalan Sampai Tewas, Sopir Bus Pariwisata Diamankan
“Banyak efeknya ini. Masalah stunting, kematian ibu, kematian bayi. Makanya kita itu di BKKBN itu mensyaratkan usia perkawinan lebih tinggi. Perempuan itu 21 tahun dan laki-laki berusia 25 tahun,” katanya.
Pemda akan menindaklanjuti isi dari undang-undang kesehatan itu karena keterkaitannya dengan alat kontrasepsi. Pengawasan akan dilakukan dengan ketat terutama penjualannya. Artinya, pembelian alat tersebut hanya boleh bagi remaja yang sudah menikah.
“Kita buat regulasinya ya melalui surat edaran. Bahwa yang cukup umur salah satunya yang sudah dewasa yang bisa membeli itu kan,” katanya.
Kontributor Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida