SuaraBali.id - Korban kasus dugaan penganiayaan santriwati pondok pesantren Al-Aziziyah Lombok Barat dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (29/6/2024) sekitar 10.30 wita. Pihak kepolisian melanjutkan penyelidikan untuk mengungkapkan penyebab kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Mataram, Kompol I Made Yogi Pusura Utama mengatakan autopsi yang akan dilakukan ini untuk mengetahui penyebab kondisi korban. Sedangkan untuk visum dari pihak rumah sakit, ia mengaku belum mengetahui secara pasti.
“Kalau visum itu kan kondisi dari awal. Visum sudah dikirim via PDF kepada kami. Saya belum baca. Dari hasil visum nanti penjelasan dari dokter akan kita tuangkan dalam betuk BAP,” katanya Sabtu (29/6/2024) siang.
Ia mengatakan, hasil visum nantinya akan disandingkan dengan hasil autopsi yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian. Setelah autopsi, pihak kepolisian akan melanjutkan penyelidikan dugaan penganiayaan tersebut.
“Besok kita jemput bola ke Lombok Timur untuk BAP dari beberapa dokter yang menangani pihak klinik maupun rumah sakit,” ujarnya.
Ditegaskan, penyelidikan dugaan penganiyaan tersebut akan tetap dilanjutkan pihak kepolisian. Apalagi dugaan tindak kekerasan tersebut sampai mengakibatkan korban nyawa.
“Kita akan tetap lanjutkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum korban, Joko Jumadi mengatakan tindakan autopsi akan dilakukan sekitar pukul 13.30 atau 14.00 WITA. Setelah dilakukan autopsi, pihak keluarga meminta untuk bisa langsung dibawa pulang ke kampung halamannya yaitu Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Sekarang jenazah dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Kita mulai autopsi itu sekitar jam 2 atau setengah dua lah ya. Setelah autopsi keluarga minta ke Ende NTT ya tapi kita lihat perkembangannya seperti apa apakah bisa dibawa via darat atau udara masih dipertimbangkan bersama keluarga,” katanya yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram ini.
Baca Juga: Laporkan Mantan Bupati, Istri Sah Bongkar Dugaan Pernikahan Siri di Penginapan
Menurut Joko, pihaknya juga masih koordinasi dengan pihak keluarga korban apakah langsung dibawa pulang atau tidak. Jika bawa pulang ke kampung halaman masih melihat situasi kondisi kedepan. Pasalnya akses transportasi ke NTT cukup sulit baik melalui darat maupun jalur udara.
“Belum tau makanya itu. masih koordinasi bersama keluarga. karena ini agak susah penerbangannya jalur darat juga susah,” katanya.
Sebagai gambaran, akses transportasi udara di tidak ada penerangan langsung dari Bandara Lombok ke NTT. Melainkan harus transit terlebih dahulu ke Bali atau Surabaya. Sedangkan melalui jalur laut Pelabuhan Lembar yaitu sekitar dua hari satu malam.
Sebelumnya, korban NI sudah mendapatkan perawatan sejak 12 Juni lalu. Sebelum dibawa ke rumah sakit, korban mendapatkan perawatan dan klinik yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Kondisi korban semakin kritis dan bahkan menggunakan ventilator.
Untuk diketahui, NI diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekannya di Ponpes Al-Aziziyah Lombok Barat. Ketika masih sadar sempat menceritakan bahwa dirinya dipukul menggunakan balok dan sajadah. Tindakan ini mengakibatkan adanya benjolan di kepala korban dan bengkak di bagian mata.
Kontributor : Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Bukti Nyata Dukung Olahraga Nasional
-
Kakak Adik Asal Bangli Jadi Korban KMP Virgo Transport 8
-
Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo
-
Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok