SuaraBali.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat realisasi penerimaan pajak daerah seluruh Indonesia hingga akhir November kemarin. Jumlahnya sebesar Rp 212,26 triliun.
Realisasi ini berhasil tumbuh 3,8% jika dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama. Yakni, sebesar Rp 204,51 triliun.
Dia menyebut, terdapat lima provinsi dengan pertumbuhan penerimaan pajak daerah tertinggi hingga akhir November lalu. Tercatat, Bali menjadi provinsi yang mengalami pertumbuhan pajak daerah tertinggi. Nilainya mencapai 56%.
Dia menjelaskan, kinerja ini selaras dengan penerimaan pajak hotel di Pulau Dewata yang meningkat 128% yakni dari Rp 1,45 triliun menjadi Rp 3,32 triliun.
"Bali sudah tumbuh cukup tinggi dari sisi pajak hotelnya. Ini yang selalu saya sampaikan, scarring effect atau dampak buruk dari pandemi sudah berangsung-angsur hilang dan pulih dalam kondisi yang relatif sehat," ujarnya, disadur dari BeritaBali.com--Jaringan Suara.com, Rabu (20/12/2023).
Sementara itu, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menduduki posisi kedua dengan pertumbuhan sebesar 13%, disusul Kalimantan Utara (Kaltara) sebesar 12%, serta DKI Jakarta dan Sulawesi Tengah (Sulteng) yang sama-sama tumbuh 9%.
Di sisi lain, pajak hotel di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai Rp 116,23 miliar, atau tumbuh 33,5% jika dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 78,96 miliar.
Begitu juga dengan realisasi pajak hotel di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah mencapai Rp 86,77 miliar, atau tumbuh 47,2% dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp 64,95 miliar.
Baca Juga: Misteri di Salon Kuta Utara: WNA Aniaya Karyawan, Berhasil Kabur ke Thailand?
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun