SuaraBali.id - Kasus kecelakaan lift di Ayuterra Resort, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali pada Jumat (1/9/2023) lalu disebabkan oleh putusnya tali kawat sling (wire rope) pada lift tersebut. Belakangan, pihak Ayuterra Resort disebut mengurangi jumlah tali dari 3 menjadi hanya 1 sejak diservis pada Bulan Maret 2023 lalu.
Namun, Kapolres Gianyar AKBP Ketut Widiada memberikan fakta baru terkait tali sling tersebut.
Ternyata tali sling pada lift inklinator itu bukan dikurangi, melainkan diganti total dan memang menggunakan model 1 tali saja.
Justru, 1 tali sling yang baru itu disebut memiliki kekuatan menarik beban yang lebih besar. Widiada mengungkapkan jika saat menggunakan 3 tali, lift itu kuat menarik beban sebesar 1,2 ton atau 400 kilogram setiap talinya. Sedangkan tali yang baru ini disebut kuat mengangkat beban hingga 1,8 ton hanya dengan sebuah tali.
“Teknisi menyampaikan bahwa kekuatan 3 (tali sling) itu, satu tali sling sekitar 400 kg, jadi kalau 3 sekitar 1,2 ton. Nah, yang diganti 1 (tali sling) ini sesuai keterangan teknisi bahwa kekuatannya 1,8 ton,” ujar Widiada saat ditemui di Mapolda Bali, Jumat (8/9/2023).
Penggantian tali sling itu dilakukan pada Bulan Maret 2023 lalu. Widiada menjelaskan jika tali tersebut diganti karena terdapat aturan dari pihak resort yang mengharuskan tali sling lift untuk diganti jika sudah menyusut 10 persen.
Kemungkinan, saat Bulan Maret lalu tali sling tersebut sudah menyusut. Pasalnya, ukuran penyusutan dinilai dapat dilihat dari perubahan volume karena tali sling terus bergesekan saat beroperasi.
“Kalau sesuai aturan mereka itu, kalau sudah susut 10 persen wajib diganti. Kemungkinan 3 (tali) ini diduga sudah mengalami penyusutan 10 persen sehingga diganti. Sehingga diganti pun yang 1 ini adalah kekuatan 1,8 ton,” tutur dia.
“(Dilihat dari) besarnya. Kalau penyusutan kan mengecil karena sering memutar gulung,” imbuhnya.
Baca Juga: Bule Adu Mulut dan Baku Hantam Dengan Warga di Jimbaran, Diduga Masalah Parkir
Namun, dia belum mengetahui alasan digantinya model tali sling dengan yang hanya menggunakan satu tali saja.
Walaupun ada narasi yang menyebut untuk efisiensi, Widiada menyebut masih perlu menggali informasi dari pihak kontraktor lift tersebut soal itu.
“Itu ada di teknisi karena kontraktor yang awal menangani itu. Kita tidak sampai sejauh itu, (menilai karena) murah atau tidak, kami sedang memeriksa teknisi,” ujar dia.
Satu minggu setelah kejadian, polisi sudah memeriksa sebanyak 13 saksi. 11 orang di antaranya adalah karyawan resort, sedangkan dua sisanya adalah saksi ahli dari Fakultas Teknik Universitas Udayana dan Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali.
Pemilik Ayuterra Resort dijadwalkan akan dipanggil pada Senin (11/9/2023) nanti.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga
-
Likuiditas Makin Solid Berkat Dana SAL, BRI Siap Perluas Kredit UMKM
-
Warga Buleleng Temukan Trenggiling Langka di Pantai, Begini Penampakannya
-
Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah