SuaraBali.id - Perempuan asal Denmark berinisial CAP (50) yang beberapa waktu lalu viral karena memperlihatkan kemaluannya di publik sempat ditahan di Rutan Polresta Denpasar. Namun, saat ditahan CAP justru menunjukkan tanda-tanda stres dengan menangis dan menggigiti kukunya.
Akibat hal itu, konsulat Denmark langsung meminta CAP langsung diobservasi kejiwaannya. Dia kemudian diobservasi oleh dokter spesialis psikiatri di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar sejak Rabu (31/5/2023).
“Setelah kita melakukan penangkapan dan penahanan, di sana ada beberapa perilaku CAP yang berbeda dari umum. Sehingga pada tanggal 30 mei 2023, pihak konsulat Denmark juga meminta untuk yang bersangkutan pelaku CAP untuk diperiksa ke psikiater,” ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas saat ditemui pada Selasa (6/6/2023).
Setelah diobservasi selama enam hari, tim dokter psikiater RSUP Prof. Ngoerah menetapkan CAP mengalami gangguan jiwa. Akibatnya, dia dianggap tidak mampu untuk melanjutkan proses hukumnya.
“Hasil pemeriksaan dari dokter psikiater RSUP Prof Dr. IGNG Ngoerah di mana tertulis pada 5 Juni 2023 menyampaikan hasil pemeriksaan psikiatri saat ini ditemukan gejala gangguan jiwa yang nyata. Sehingga yang bersangkutan tidak bisa menjalankan proses hukum dan diminta pertanggungjawaban,” tutur Bambang.
Hasil tersebut juga didukung dengan temuan riwayat kesehatan jiwa CAP yang menunjukkan bahwa dia pernah menjalani pengobatan psikiatri pada tahun 2006. Sehingga hingga kini wanita itu masih mengonsumsi obat-obatan.
Setelah ini, Bambang menyebut masih akan melakukan gelar perkara untuk menentukan nasib CAP dan pasangannya yang berinisial CM (49).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Sugito menyebut pihaknya masih menunggu keputusan dari kepolisian untuk penindakan selanjutnya. Sugito juga siap melakukan tindakan pendeportasian jika memang diperlukan.
“Apabila nanti diperlukan tindakan administrasi keimigrasian lanjutan setelah selesai pemeriksaan di Polresta Denpasar, imigrasi Ngurah Rai mendukung proses untuk pemulangan atau deportasi yang bersangkutan sesuai rekomendasi kepolisian,” ujar Sugito.
Baca Juga: Bule Denmark yang Pamer Kemaluan di Bali Ternyata Sedang Bicarakan Soal Ladyboy
CAP dan CM adalah pasangan yang sudah pensiun dan sejatinya berencana menikmati masa pensiunnya di Bali. Namun, seperti yang diberitakan sebelumnya CAP terlibat kasus usai memperlihatkan kemaluannya saat sedang divideokan.
Niatnya memperlihatkan kemaluannya tersebut dipicu karena mereka sedang mengobrol tentang waria di Thailand. Namun, CAP tetap ditangkap dan ditahan atas tindakan cerobohnya itu.
Sejatinya, CAP akan dikenakan Pasal 36 Undang-undang 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman 10 tahun dan denda sebesar maksimal Rp5 miliar.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Hadirkan Aroma Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina Gelar Pekan Kopi Jelang SMEXPO 2026
-
Ragam Seni Tradisional Bali Tampil di Festival Seni Budaya Badung 2026
-
Popularitas Kuliner Bali Mendunia, Ikan Tilapia Ini Berpeluang Jadi Menu Andalan Restoran
-
Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain
-
Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji
-
Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus
-
Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar
-
Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia