SuaraBali.id - Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra mencopot salah satu bawahannya yakni seorang camat yang disebutnya telah berani memalak pengusaha. Hal itu terungkap saat acara mutasi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat lingkup Pemkab Gianyar, Senin (6/9) kemarin.
Melansir laman Beritabali.com, dari 72 ASN yang kena mutasi jabatan, lima di antaranya adalah jabatan camat. Mereka adalah Camat Gianyar, Blahbatuh, Ubud, Tegallalang dan Payangan.
Hanya saja, acara penting ini tak dihadiri oleh Camat Blahbatuh Ida Bagus Dharmayuda. Ketika dikonfirmasi, Bupati Mahayastra membenarkan oknum camat dicopot adalah Ida Bagus Dharmayuda yang sebelumnya menjabat Camat Blahbatuh.
"Kan sudah saya geser tadi jadi posisi lain. Ya itu, Camat Blahbatuh Ida Bagus Dharmayuda. Ngapain itu disembunyikan," ujar Mahayastra.
Menurut politikus asal Payangan ini, dirinya sangat terbuka soal birokrasi.
"Kalau saya itu fair. Siapapun yang salah saya fair," katanya.
Lantas terkait isu bayar membayar agar tetap dalam posisi aman, Mahayastra menegaskan hal itu tidak benar.
"Ndak ada itu. Kalau orang yang nerima uang, tidak akan berani memecat. Kalau saya mau, seluruh kadis bisa saya berhentikan, kalau saya tidak puas dengan kinerja mereka," ujar Mahayastra.
Dikonfirmasi terpisah, mantan Camat Blahbatuh Ida Bagus Dharmayuda mengaku sakit hati disebut melakukan pemalakan.
Baca Juga: Sanggah Dilalap Si Jago Merah, 2 Mobil Pemadam Pemkab Gianyar Dikerahkan
"Terlalu kejam saya disebut malak. Jujur tyang sakit hati, semalaman tidak bisa tidur. Mungkin kejadian sebenarnya beliau tidak tahu. Mungkin dengarnya dari yang ndak suka dengan tyang," katanya.
IB Dharmayuda membantah melakukan pemalakan.
"Menurut saya, malak itu memaksa. Saya tidak ada niat seperti itu," katanya.
Hanya saja, Dharmayuda mengakui pernah meminta tolong kepada beberapa pengusaha untuk gotong royong mendukung penataan lapangan Blahbatuh, ngaben massal, dan kegiatan masyarakat lainnya.
"Jadi tidak ada untuk memperkaya diri sendiri. Itupun saya minta tolong, kalau dibantu syukur, kalau ndak juga tidak masalah. Nominalnya paling banyak Rp 1 juta, bukan untuk memperkaya diri, itu buat rawat lapangan. Makanya saya sakit hati dibilang malak," katanya lagi.
Meski sakit hati, Dharmayuda mengaku tetap bersyukur masih diberikan kesempatan menjabat sebagai Sekretaris Dinas Permukiman Kabupaten Gianyar. Dirinya berjanji akan bekerja lebih baik.
"Ke depan, ya syukur dikasi jabatan. Saya akan tunjukkan kinerja yang baik," imbuh dia.
Berita Terkait
-
Polisi Ini Gagah saat Malak Supir Truk, Saat Diperiksa Ternyata ...
-
Sanggah Dilalap Si Jago Merah, 2 Mobil Pemadam Pemkab Gianyar Dikerahkan
-
Disebut Kerap Memalak Pengusaha, Oknum Camat di Gianyar akan Dipecat
-
Viral Pria Palak Pedagang di Medan: Kami Preman, Silahkan Share
-
Bupati Gianyar: Pejabat Dilarang Terima Insentif Penanganan Covid-19
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Takjil Unik Khas Bali: Bubur Injin Kudapan Lezat Cocok untuk Buka Puasa
-
Harta Warisan Terancam? Urus Surat Keterangan Ahli Waris Sekarang! Panduan dan Aturan Terbarunya
-
Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas VII Uji Kompetensi Halaman 97
-
Kinerja 2025, BRI Bukukan Rp57,132 Triliun dan Perkuat Dukungan bagi Rakyat
-
Resep Takjil Unik: Buah Guling, Camilan Buah Goreng Menggugah Selera