Scroll untuk membaca artikel
Bangun Santoso
Selasa, 07 September 2021 | 07:54 WIB
Bupati Gianyar Made Mahayastra. [BeritaBali/Istimewa]

IB Dharmayuda membantah melakukan pemalakan.

"Menurut saya, malak itu memaksa. Saya tidak ada niat seperti itu," katanya.

Hanya saja, Dharmayuda mengakui pernah meminta tolong kepada beberapa pengusaha untuk gotong royong mendukung penataan lapangan Blahbatuh, ngaben massal, dan kegiatan masyarakat lainnya.

"Jadi tidak ada untuk memperkaya diri sendiri. Itupun saya minta tolong, kalau dibantu syukur, kalau ndak juga tidak masalah. Nominalnya paling banyak Rp 1 juta, bukan untuk memperkaya diri, itu buat rawat lapangan. Makanya saya sakit hati dibilang malak," katanya lagi.

Baca Juga: Sanggah Dilalap Si Jago Merah, 2 Mobil Pemadam Pemkab Gianyar Dikerahkan

Meski sakit hati, Dharmayuda mengaku tetap bersyukur masih diberikan kesempatan menjabat sebagai Sekretaris Dinas Permukiman Kabupaten Gianyar. Dirinya berjanji akan bekerja lebih baik.

"Ke depan, ya syukur dikasi jabatan. Saya akan tunjukkan kinerja yang baik," imbuh dia.

Load More