Klarifikasi ITDC
Sementara itu, klarifikasi ITDC terkait puluhan warga terisolir di sekitar Sirkuit Mandalika. Pihak ITDC akhirnya memberikan jawaban terkait kondisi yang terjadi antara ITDC dan warga yang terisolir tersebut.
VP Coorporate secretary ITDC, I Made Agus Dwiatmika mengatakan, ITDC dalam setiap kegiatannya selalu mengikuti aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, seluruh lahan yang masuk dalam HPL atas nama ITDC telah berstatus clear and clean, tetapi sebagian masih dihuni warga.
“Berdasarkan hasil pendataan kami, masih ada 48 KK yang tersebar di 3 bidang lahan enclave dan 11 bidang lahan HPL ITDC di dalam area Jalan Khusus Kawasan,” ungkapnya.
Untuk tiga bidang lahan enclave, pihaknya telah melakukan proses pembebasan lahan dengan pemilik lahan yang masuk dalam Penlok 1 dan pihaknya optimistis proses akan segera selesai.
“Untuk warga yang masih bermukim di lahan-lahan dengan status kepemilikan sertifikat HPL atas nama ITDC, kami selalu mengedepankan pendekatan humanis dan sosial sehingga sangat menghindari proses gusur atau pindah paksa terhadap masyarakat,” ujarnya.
Ditekankan, ITDC secara konsisten terus melakukan pendekatan sosial dan humanis kepada para warga agar mereka dapat direlokasi sekaligus diberdayakan.
“Kami juga telah menyiapkan sejumlah solusi untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi. Yaitu menyediakan 2 tunnel (terowongan) untuk akses keluar-masuk dari area Jalan Khusus Kawasan. Dan untuk akses menuju ke Pantai Seger telah dibuatkan akses baru di pinggir service road menuju pantai,” sebutnya.
Dalam waktu dekat, lanjutnya, ITDC juga akan memberdayakan warga tersebut dengan memberikan pelatihan-pelatihan sehingga nantinya warga dapat berperan dengan dipekerjakan di properti milik ITDC.
Baca Juga: Siap Sambut Superbike, Vaksinasi Covid-19 di NTB Digenjot
“Kami juga berencana menyediakan Bazzar ITDC bagi warga yang ingin berjualan. Dalam jangka menengah, ITDC akan merelokasi warga tersebut ke lokasi permanen sarana hunian wisata yang tengah disiapkan Kementrian PUPR,” ungkapnya.
Dengan pendekatan-pendekatan yang dilakukan tersebut, pihak ITDC berharap agar warga yang masih bermukim di area Jalan Khusus Kawasan dapat berdampingan dan menjadi bagian dari rencana event Word Superbike maupun MotoGP.
“Apabila masih ada masyarakat yang merasa berhak atas kepemilikan tanah di area Jalan Khusus Kawasan dan memiliki dokumen pendukung akan tetapi berada di atas lahan yang memiliki sertifikat HPL atas nama ITDC, maka ITDC mempersilahkan untuk menempuh jalur hukum,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi warga masyarakat pemilik lahan enclave yang telah bersedia melepaskan dan mengosongkan lahannya untuk digunakan dalam pembangunan Jalan Khusus Kawasan.
“Kami terus berharap dukungan dari semua pihak agar pembangunan Mandalika dapat berjalan lancar sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat NTB pada umumnya Lombok tengah khususnya,” pungkas Made.
Berita Terkait
-
Gubernur NTB Tidak Larang Mudik Lebaran 2021: Yang Penting Puasa
-
Bantuan Gelombang Pertama Jokowi, 7.000 Paket Sampai di Bima
-
Valentino Rossi Batal Beraksi di MotoGP Mandalika Tahun Ini
-
Ratusan Kuburan Dibongkar Demi Sirkuit MotoGP Mandalika, Jasad Dipindah
-
10 Fakta Menarik Sirkuit Mandalika, Kebut Pembangunan Demi MotoGP 2021
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali