SuaraBali.id - Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menegaskan MotoGP bukan gagal dilaksanakan di Mandalika. Ajang berkelas itu akan dilaksanakan di tahun lalu.
"MotoGP tetap akan dilaksanakan di Mandalika, cuma bukan Oktober 2021 tapi di bulan Maret 2022," katanya via akun Facebook Bang Zul Zulkieflimansyah, dilansir laman BeritaBali, Minggu (11/4/2021).
Gubernur menjelaskan Dorna puas dengan kondisi sirkuit Mandalika bahkan sangat yakin perlombaan bisa dilaksanakan Oktober 2021 ini.
"Tapi kita yang agak berat dan memutuskan sebaiknya Maret 2022 saja," ujarnya.
Alasannya, karena belum yakin Oktober 2021 ini sudah benar-benar bisa mengendalikan pandemi covid-19 19 ini.
"Kita ingin perhelatan MotoGP ini sukses sebagai etalase event internasional yang diselenggarakan Indonesia," jelas dia.
"Dengan pandemi yang belum sepenuhnya dikendalikan rasanya nggak puas menyaksikan MotoGP tapi tak dihadiri penonton," ujarnya lagi.
Jika dilaksanakan tahun ini, penonton belum bisa membludak. Selain karena protokol kesehatan yang ketat, juga karena international border di berbagai negara belum sepenuhnya dibuka.
"Jadi mending kita tunda sebentar ke bulan Maret 2022, dengan harapan vaksinasi lancar dan covid-19 sudah terkendali . Dan lingkungan sekitar kita juga lebih hijau dan asri di bulan Maret ketimbang gersang tandus di bulan Oktober," terang gubernur.
Baca Juga: Dorna Sports Tak Puas Cuma Lihat Sirkuit Mandalika Lewat Drone
Ia juga mengatakan, kalaupun pelaksanaan motoGP ini jadi terlaksana pada tahun ini, maka penonton tidak bisa membludak, karena masih dalam pendemi Covid-19 dan itu otomatis akan mengurangi kemeriahan even internasional itu.
“Dengan pandemi yang belum sepenuhnya bisa kita kendalikan rasanya nggk puas menyaksikan motoGP tapi tak dihadiri penonton,” cetus Gubernur.
Harapan melihat Valentino Rossi menjajal sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB buyar. Dorna Sports dan FIM memutuskan sirkuit Mandalika baru bisa digunakan tahun depan imbas Corona.
“Target untuk Sirkuit Mandalika adalah tetap menggelar FIM Superbike pada 14 November 2021. Namun, karena Covid 19, semua pihak setuju balapan MotoGP di trek tersebut berpindah pada paruh pertama musim 2022,” tulis Dorna Sports dalam rilisnya.
Meskipun resminya masih menunggu setahun lagi, pihak penyelenggara meyakinkan jika Sirkuit Mandalika masih bisa digunakan sebatas tes peserta balap saja.
“Jika MotoGP dapat menggelar balapan di Asia Tenggara jelang akhir seri nanti, upaya untuk melakukan tes tim kelas MotoGP di Sirkuit Mandalika akan diupayakan sebagai antisipasi masuknya trek di kalender balap 2022,” bebernya dalam rilis itu.
Berita Terkait
-
Janji! Menaker Utamakan Warga NTB Jadi Pekerja di Sirkuit Mandalika
-
Viral Gubernur NTB Renang Bareng di Masa Pandemi, Ferdinand Sentil Keras
-
Menggali Potensi Lombok dalam Penantian Sebagai Tuan Rumah MotoGP 2021
-
Update Jadwal Terbaru MotoGP 2021, Sirkuit Mandalika Siap Jadi Tuan Rumah?
-
Jadwal MotoGP 2021 Kembali Dirilis, Mandalika Masih Cadangan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern