SuaraBali.id - Distribusi oksigen ke Rumah Sakit daerah yakni RSUD Sanjiwani dan RSUD Payangan tidak sesuai kebutuhan.
Dua rumah sakit milik Pemkab Gianyar ini kekurangan suplai setengah dari kebutuhan.
Penggunaan oksigen selektif hanya untuk pasien Covid-19 dan kegawatdaruratan.
Sedangkan pasien dengan tindakan operasi terencana, sebisa mungkin dilakukan penundaan jadwal.
Direktur Utama RSUD Sanjiwani Gianyar, dr Ida Komang Upeksa ketika dikonfirmasi mengakui kondisi ini.
Dijelaskan, kebutuhan oksigen untuk 1 kali 24 jam atau per hari sebanyak 219 tabung setara 1.314 meter kubik. Namun yang datang setiap hari berkisar 165 tabung.
"Kekurangan ini sudah dikomunikasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Dan juga langsung oleh Bapak Bupati ke Gubernur," ujar Upeksa dilansir dari BeritaBali, Jumat (23/7/2021).
Dengan atensi dari Gianyar satu, Upeksa yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan Gianyar ini berharap oksigen dapat diterima kembali sesuai dengan kebutuhan.
"Bahkan Bapak Bupati juga sudah menghubungi Kepala Dinkes Bali. Semoga setiap hari oksigen dapat diterima kembali sesuai kebutuhan," harapnya.
Baca Juga: Kabar Gembira Lur! Gibran Pastikan Stok Oksigen di Kota Solo Aman
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama RS Payangan dr I Gusti Ngurah Gede Putra mengakui kekurangan suplai.
Dijelaskan, dari analisa kebutuhan realtime pasien memerlukan 240 ton atau 40 tabung oksigen besar per hari. Namun suplai dari penyedia Samator per hari rata-rata 20 tabung.
"Suplai nya saat ini setengah dari kebutuhan kami," ungkapnya.
Untuk mengatasi stock oksigen terbatas, kata dr Gusti Ngurah Gede Putra, saat ini tim RSUD Payangan terus melakukan amprah melalui SSO Inventory Oksigen Satgas Oksigen Provinsi Bali.
"Dilakukan update setiap saat sesuai jumlah dan kondisi pasien. Mudah mudahan dengan sistem SSO itu penyedia PT Samator bisa menormalisasi kebutuhan Oksigen kita," harapnya.
Selain kekurangan suplai oksigen, RSUD Payangan yang tergolong baru beroperasi ini alami keterbatasan peralatan.
Berita Terkait
-
Jadi Barang Langka, Distribusi Oksigen Dijaga Ketat Polisi
-
Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Lockdown, Belasan Kuli Bangunan Positif COVID-19
-
Pasar Blahbatuh Gianyar Bali, Awalnya Berlokasi di "Telajakan" Puri
-
Pasar Blahbatuh Kebakaran, Besi Rongsok Dijual Kiloan ke Pemulung
-
Hujan Deras, Bencana Beruntun Menghantam Gianyar
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau
-
DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026 Berkat Konsistensi Terapkan Prinsip ESG
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Akses Rekening bagi Masyarakat Indonesia
-
WNA Asal Tiongkok Rekat Emas 10 Kg di Tubuh Demi Lolos ke Luar Negeri