Dythia Novianty
Rabu, 07 Juli 2021 | 14:14 WIB
Ajik Krisna. [BeritaBali/Istimewa]

Dari pengalaman ini, Ajik Krisna mulai belajar bahwa pertanian tidak hanya bisa diselesaikan di hulu, tetapi juga diselesaikan hingga ke hilir.

Persoalan pasca panen produksi kacang tanah, akhirnya membuat Ajik Krisna memproduksi oleh oleh Kacang Ajik. Produksi Kacang Ajik sukses menjadi salah satu oleh-oleh terbaik khas Bali.

Bahkan, pihaknya berencana menanam kacang tanah di berbagai wilayah di Bali, salah satunya di Jembrana yang akan ditanami 60 hektare.

“Kami ingin Bali menjadi pemasok kacang tanah terbaik di Bali,” imbuhnya dilansir laman BeritaBali, Rabu (7/7/2021).

Sebelum pandemi, salah satu restoran yang berada di Singaraja beromzet kurang dari Rp 200 juta per bulan. Akhirnya, restoran ini ditutup dan digunakan sebagai tempat produksi Kacang Ajik yang mampu menghasilkan Rp 300 juta per bulan.

Selain kacang Ajik, pihaknya juga memproduksi oleh-oleh lain seperti Pie susu Ajik, Bakpia Ajik, dan Bali Banana Crispy.

“Produk yang paling best seller adalah pie susu, setiap hari Krisna produksi 5.000 pie susu,” paparnya.

Dengan produk oleh-oleh yang diproduksi, kini Krisna kembali mempekerjakan 2.000 karyawannya. Pihaknya tidak ingin menunggu pandemi benar-benar berakhir tetapi mulai berdamai dengan keadaan.

Ia mengajak generasi muda agar tidak gengsi untuk bertani. Pertanian adalah sektor yang stabil, namun harus ada pekerjaan pokok lain sebagai penunjang.

Baca Juga: Respons PSSI Usai Bali United dan Persipura Gagal Tampil di Piala AFC 2021

“Sebagai pengusaha saya harus bisa memotivasi dan memberikan contoh langsung kepada anak-anak muda agar tidak malu bertani, dan cerdas mengolah waktu,” tambah ayah dari empat anak ini.

Load More