SuaraBali.id - Siapa yang tidak tahu outlet oleh-oleh khas Bali, Krina. I Gusti Ngurah Anom atau yang lebih akrab disapa Ajik Krisna adalah sosok di balik suksesnya outlet ini.
Tidak hanya outlet oleh-oleh, Ajik Krisna juga memiliki banyak cabang restoran. Pada 2019, dia telah membangun tiga outlet dalam kurun waktu 10 bulan.
PT Krisna Group memiliki karyawan hingga 2.500 orang dan penyumbang pembayaran pajak paling tinggi di Bali.
Sebanyak 475 UMKM berada di bawah naungan PT Krisna Group, 90 persen merupakan UMKM lokal, dan 10 persen berasal dari luar Bali. Dalam sebulan, omzet yang dihasilkan oleh PT Krisna Group mencapai puluhan miliar Rupiah.
Namun di awal pandemi Mei 2020, usaha Ajik Krisna begitu terpukul. Bahkan, ia merumahkan 2.000 orang karyawannya, beberapa outlet dan restoran tutup.
“Di awal pandemi kami benar-benar stress dan terpukul, bukan karena takut bangkrut tetapi sedih harus merumahkan ribuan karyawan,” ungkapnya.
Menurut suami dari Ketut Mastrining, itu, karyawan merupakan aset yang sangat berharga. Maka dari itu, meski merumahkan ribuan karyawan, Ajik tetap membantu kebutuhan sembako karyawannya.
Bahkan, ia harus merelakan 3 mobil mewahnya dijual untuk memenuhi kebutuhan sembako semua karyawannya.
Usaha yang sebagian besar hampir tutup sementara, akhirnya membuat Ajik Krisna pulang kampung ke Singaraja untuk mengelola lahan tidur yang ia miliki. Ia turun tangan untuk mengecek lahan yang bisa diproduktifkan dan lahan yang bisa dijual.
Baca Juga: Respons PSSI Usai Bali United dan Persipura Gagal Tampil di Piala AFC 2021
Sebelum memutuskan untuk bertani, ia sempat mendapat bully-an dari berbagai pihak. Namun tekadnya bertani sudah bulat, baginya tak ada kata gengsi dalam memulai usaha apa pun.
Bersama 12 orang tim dan 12 petani ia mulai menggarap 23 hektare lahan yang berada di kawasan Desa Pengulon, Buleleng. Lahan ini mudah dijangkau dan berada di pinggir pantai sehingga sangat cocok ditanami komoditi kacang tanah.
Kacang tanah memiliki masa panen singkat, bulan enam mulai ditanam dan bulan sembilan sudah bisa dipanen.
“Awalnya lahan ini ditanami mangga, pisang dan kelapa, tetapi setelah dicek PH-nya, ternyata cocok untuk ditanam kacang tanah,” jelasnya.
Permasalahan pasca panen pun mulai muncul. Produksi yang melimpah rupanya tak mampu diserap pasar secara menyeluruh.
Alhasil, 50 persen hasil panen dijual dan 50 persen lainnya dibagikan kepada karyawan dan masyarakat secara gratis.
Berita Terkait
-
PPKM Darurat, Luhut: Mobilitas Jateng-Yogyakarta Harus Turun Minimal 30 Persen
-
Siapkan KTP dan KK, Dokumen dan Syarat BLT UMKM 2021 Dapat BLT COVID-19 Rp 1,2 Juta
-
Lengkap! Cara Pengajuan dan Syarat BLT UMKM 2021, Langsung Cair Rp 1,2 Juta
-
Wisata Bali Ditutup, Warga Keluar Masuk Karangasem Akan Diusir Tanpa Tujuan Jelas
-
Sudah PPKM Darurat, Warga Tabanan Belum Jelas Dapat Bansos COVID-19
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI, Hadir Serentak di 131 Lokasi
-
3 Warga Negara Israel Diduga Anggota IDF Berprilaku Kasar di Bali
-
Pukul Pacar, Dokter di Bali Ditetapkan Tersangka dan Ditahan
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan