- Pemerintah Kota Mataram menyediakan 270 unit fasilitas pengolahan sampah organik "tempah dedoro" sejak Januari 2026 di berbagai lokasi.
- Program ini bertujuan mengurangi volume sampah organik ke TPA Kebon Kongok minimal 10 ton setiap harinya.
- Pemerintah berencana menambah unit fungsional di 50 kelurahan melalui anggaran APBD Perubahan demi mendukung pengolahan sampah mandiri.
SuaraBali.id - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, fasilitas tempat pengolahan sampah organik di Kota Mataram, atau "tempah dedoro" diperkirakan dapat mengurangi minimal 10 ton sampah organik, per hari, dengan jumlah fasilitas saat ini mencapai ratusan titik.
"Sejak dicanangkan akhir Januari 2026, jumlahnya kini sudah mencapai 270 unit lebih," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Sabtu (16/5).
Ia mengatakan, jumlah itu merupakan fasilitas yang disiapkan Pemerintah Kota Mataram, belum termasuk yang dibuat secara mandiri oleh masyarakat yang memiliki lahan, dan di dapur makan bergizi gratis (MBG).
Sesuai ketentuan, semua dapur MBG di Kota Mataram diwajibkan memiliki "tempah dedoro" minimal dua unit untuk mengolah sampah organik.
Sehingga dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.
"Program 'tempah dedoro', kami estimasikan mampu berkontribusi melakukan pengurangan sampah ke TPA minimal 10 ton sampah organik per hari," katanya.
Terkait dengan itu, kedepan pemerintah kota berencana mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026, untuk 50 kelurahan se-Kota Mataram guna menambah unit 'tempah dedoro' yang lebih estetis dan fungsional.
Penempatan 'tempah dedoro' termasuk untuk ruang terbuka hijau (RTH) seperti Udayana, Pagutan, RTH Sayang-Sayang, dan Taman Sangkareang, dan fasilitas publiknya.
"Satu unit 'tempah dedoro' estetik atau dilengkapi dengan tempat duduk, membutuhkan anggaran sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per titik," katanya.
Baca Juga: Warning! Pemkot Mataram Larang Dapur Makan Bergizi Pakai Gas Subsidi
Sistem pengolahan sampah melalui "tempah dedoro" dibuat dengan menggunakan buis beton dan penutup serta diberi lubang untuk membuang sampah organik.
Melalui wadah tersebut, masyarakat bisa mengolah sampah organik secara mandiri di lingkungan sebab satu "tempah dedoro" bisa digunakan untuk 3-4 kepala keluarga.
Sementara untuk menghilangkan aroma dari sampah organik dan sisa makanan, bisa menyemprotkan cairan EM4 sekaligus mempercepat penguraian. Selain itu, bisa juga menggunakan air bekas cuci beras yang mudah didapatkan.
"Setelah sampah organik terurai dalam waktu sekitar satu tahun, masyarakat bisa panen kompos sebagai pupuk alami untuk tanaman yang ada di pekarangan rumah," katanya.
Setelah semua berjalan, lanjutnya, masyarakat diharapkan berpartisipasi membuat "tempah dedoro" secara mandiri, begitu juga dengan pusat perkantoran, hotel, restoran, katering, dan sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Baku Hantam Antara WN Australia di Kelab Malam Bali, Sekuriti Kena Pukul
-
PELOPOR BRI 2026, Langkah BRI Perkuat Integritas di Semua Lini
-
Tantowi Yahya: China Jauh di Depan dalam AI, Mahasiswa Bali Didorong Belajar ke Tsinghua
-
5 Jalur Resmi Rinjani Kembali Dibuka, Cek Cara Daftarnya
-
Pasma Royce Jadi Kapolda Bali, Gantikan Daniel Adityajaya