SuaraBali.id - Seorang pemuda asal Dusun Joroju, Desa Sumber Salak, Kecamatan Ledokombo, Jember harus berurusan dengan hukum karena unggahannya di media sosial Facebook yang dianggap mengujar kebencian.
Saat dihadirkan secara virtual dalam sidang, pemuda bernama Jumadi (25) tersebut terlihat menangis sesenggukan sambil meminta ampun. Ia kedapatan mengunggah ujaran kebencian kepada polisi dan mengancam akan mengebom Bali.
Jaksa Eddy Artha Wijaya dari Kejati Bali dalam dakwaannya menjerat pemuda yang indekos di Jalan Bay Pas Ngurah Rai Kedonganan, Kuta Selatan tersebut dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara.
JPU menjerat Jumadi dengan Pasal 27 Ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Terdakwa diduga melakukan tindak pidana pengancaman dan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Di hadapan majelis hakim yang diketuai Hari Supriyanto, Jaksa mengatakan bahwa tindak pidana yang dilakukan terdakwa lantaran kesal tidak bisa mudik lebaran saat pandemi corona. Ia menuliskannya melalui akun Facebook miliknya yang diberi nama “Jun Bintang”.
Pada Minggu (17/5/2020) sekitar pukul 19.00 WITA, terdakwa membuat postingan yang dibagikan ke grup 'Patroli Jalan Raya Polda Jatim'. Dalam komentarnya ia mengatakan"Smga Indo ini ada perang biyar polisinya gk diem aja rugi bayar polisi itu."
Tidak cukup disitu, Jaksa Eddy juga membacakan bahwa terdakwa kembali menuliskan"Smga cpt kiamat biar sama2 mati sama polda ny juga masak corona dibesar2in SPK g blh mudik, hoax itu. Sbnry g ada corona. Haya orang bodoh yg prcy klok ad corona. Kalok emang bener2 ad corona kenapa orang gila gk mati knak corona. Padahal gk pernah pke masker."
Selanjutnya pada hari Selasa (19/5/2020) sekitar pukul 12.00 WITA ia kembali menuliskan hujatan yang meresahkan masyarakat Bali. Tulisan tersebut ditulis dalam grup "Info Gilimanuk Bersatu".
Baca Juga: Kepergok Tak Pakai Masker, Jokowi Dikritik Keras Epidemiolog Australia
"Terdakwa membuat kalimat yang menimbulkan keresahan warga Bali serta bernada ancaman dan ujaran kebencian. Tulisan selanjutnya yang ditulis terdakwa 'Pasti bisa ke Bali lagi tenang saja, klok dilarang masuk Bali iya boom saja kyk dulu biyar mampus wkwkw',” ucap Jaksa dalam dakwaan.
Tak berselang lama, terdakwa mendapati akun Facebook miliknya viral. ketakutan, terdakwa lantas mengganti nama akun miliknya menjadi "Anggalareayu"
Terdakwa yang bekerja sebagai karyawan swasta ini diamankan anggota Subdit V (Siber) Ditreskrimsus Polda Bali di sekitar By Pass Ngurah Rai, Kedonganan, Badung, pada Rabu sore (20/5/2020).
"Dari hasil pemeriksaan petugas, bahwa dirinya mengakui telah menulis postingan tersebut. Alasannya, terdakwa benci terhadap Polri karena dilarang mudik lebaran," terang Jaksa, melansir Beritabali.com (jaringan Suara.com).
Berita Terkait
-
Penuhi Panggilan, Hari Ini Jerinx SID Datangi Polda Bali
-
YouTuber Bali Turah Parthayana Trending Topic Twitter, Ada Apa?
-
Mendadak Kesurupan, Pria di Denpasar Sabet Saudara Pakai Pedang
-
Terserat Ombak, Pengunjung Pantai Petitenget Berhasil Diselamatkan
-
Viral Istri Sah Grebek Suami Bersama Wanita Lain, Publik Geram
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali