- Gempa bermagnitudo 5,0 mengguncang wilayah laut timur laut Nusa Tenggara Barat pada Rabu pagi, 15 April 2020.
- BMKG memastikan gempa berkedalaman 485 kilometer tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami bagi wilayah di sekitarnya.
- Getaran gempa dirasakan hingga Kabupaten Badung, Bali, namun hingga saat ini belum terdapat laporan gempa susulan.
SuaraBali.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi yang mengguncang wilayah Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat, Rabu pagi (15/4) ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
"Hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," kata Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono di Jakarta.
Gempa bermagnitudo 5,0 itu terjadi pukul 09.10 WIB dengan episenter berada di laut pada kedalaman 485 kilometer.
Dari koordinat 7,18 lintang selatan dan 117,10 bujur timur atau sekitar 137 kilometer timur laut wilayah Nusa Tenggara Barat.
Baca Juga:Hewan Kurban Kehausan, Karantina NTB Salurkan 5.000 Liter Air
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa dalam (deep focus) yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng bumi.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan turun atau normal fault.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan hingga di wilayah Kabupaten Badung, Bali dengan skala intensitas II MMI atau dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga pukul 09.30 WIB, BMKG juga belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan setelah kejadian tersebut.
Baca Juga:Selatan Bali-Lombok Berpotensi Terjadi Ombak 4 Meter, Wisatawan dan Nelayan Dilarang Melaut