- Bab 5 IPA Kelas IX Kurikulum Merdeka membahas Listrik, Magnet, dan Energi Alternatif berdasarkan buku karya Sutia dan rekan penulis (2025).
- Jawaban latihan halaman 147 menjelaskan bahwa petir adalah fenomena listrik statis hasil pemisahan muatan pada awan.
- Teks menyajikan identifikasi konduktor (tembaga), isolator (plastik), serta menjelaskan rangkaian paralel lebih aman untuk instalasi rumah tangga.
SuaraBali.id -
Dalam mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas IX Kurikulum Merdeka Bab 5 membahas mengenai “Listrik, Magnet dan Energi Alternatif”.
Melansir dari buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX (2025) karya Cece Sutia,Victoriani Inabuy, Okky Fajar Tri Maryana, Budiyanti Dwi Hardanie, dan Sri Handayani Lestari, dalam Bab tersebut siswa mempelajari tentang konsep dasar Listrik dan magnet beserta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pada halaman 147 terdapat soal latihan “Ayo Uji Kemampuan”. Berikut kunci jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX Halaman 147.
Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX Halaman 147
Baca Juga:Kunci Jawaban Ekonomi Kelas XI Halaman 102: Infografik 'Uang Beredar Tumbuh Lebih Tinggi'
Ayo Uji Kemampuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan penjelasan yang logis dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Diskusikan bersama temanmu atau dalam kelompok kecil jika perlu.
1. Fenomena Alam dan Listrik Statis
Petir adalah salah satu gejala alam yang luar biasa. Menurut pendapatmu, apakah petir termasuk fenomena listrik statis?
a. Jika iya, jelaskan secara sederhana dan runtut bagaimana petir bisa terjadi mulai dari awan hingga menyambar permukaan bumi.
Baca Juga:Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X Halaman 134: Hukum Proust
b. Apa yang menyebabkan awan dapat bermuatan listrik?
c. Mengapa petir lebih sering terjadi saat hujan lebat?
Jawaban:
Ya, petir termasuk Listrik statis. Intinya berasal dari pemisahan muatan di awan; kilat adalah pelepasan muatan (discharge) yang sangat cepat.
a. Urutan sederhana proses terjadinya petir:
Pemisahan muatan di awan (bagian bawah negative, tanah terinduksi positif) -> medan Listrik sangat besar -> terbentuk stepped leader dari awan -> return stroke dari tanah ke awan -> kilat (cahaya) dan Guntur (gelombang bunyi).