- Dua kasus Influenza A (H3N2) terdeteksi di Bali pada pasien laki-laki usia 40-50 tahun Oktober 2025.
- Kedua pasien tersebut kini dinyatakan telah sembuh dan kembali beraktivitas normal seperti biasa pasca perawatan di Denpasar.
- Dinkes Bali akan memperkuat surveilans hingga Puskesmas meskipun kasus ini bukan kejadian luar biasa bagi influenza.
SuaraBali.id - Dua kasus Influenza A (H3N2) atau Super Flu ditemukan untuk pertama kalinya di Provinsi Bali.
Namun, kedua pasien yang diperiksa pada Bulan Oktober 2025 itu dipastikan sudah sembuh dan sekarang sudah beraktivitas seperti biasa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti menjelaskan, kedua pasien menderita gejala Superflu pada Bulan Oktober 2025 dan sampelnya kemudian dikirim ke laboratorium di Jakarta.
Dari penjelasannya, pengecekan tersebut membutuhkan waktu karena sampel nasional dicek secara terpusat.
Baca Juga:Kepala Kanwil BPN Bali Resmi Jadi Tersangka, Ini Kasusnya!
Sehingga baru saat ini diketahui jika kedua pasien tersebut positif Superflu.
“Kendalanya memang hasilnya cukup lama karena mengingat (pengecekan dari) seluruh Indonesia. Terkait hasil ditemukan 2 kasus baru kami terima hasilnya bahwa dikatakan positif dua,” tutur Raka saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Selasa (13/1/2025).
“Sudah kita telepon bahwa pasiennya sudah sembuh dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” imbuhnya.
Ada pun kedua pasien itu sempat dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan penyakit menyerupai influenza (ILI-SARI) di Denpasar.
Karena adanya gejala sesak napas dan peradangan pada paru-paru, maka keduanya diambil spesimennya untuk dicek di laboratorium.
Baca Juga:BMKG Pastikan Gempa M4.5 di Dasar Laut Bali Tidak Sebabkan Tsunami, Tapi..
Dua pasien itu juga berjenis kelamin laki-laki dan berusia kisaran 40-50 tahun. Raka tidak menyebutkan dugaan penyebab penularan keduanya, namun dia memastikan kedua pasien yang sembuh itu tidak pernah ke luar negeri. Kedua orang tersebut juga tidak memiliki hubungan keluarga.
Raka juga menjelaskan jika surveilans untuk pasien Superflu tetap berjalan normal di Bali. Pasalnya, hari ini juga sudah ada 5 hasil laboratorium yang masuk dan menyatakan negatif Superflu.
Dengan adanya kasus positif ini, pihaknya akan menguatkan surveilans hingga ke tingkat Puskesmas. Namun, dia mengingatkan jika dua kasus ini bukan merupakan kejadian luar biasa atau perubahan status tertentu terhadap penanganan penyakit influenza di Bali.
“Dengan adanya kasus positif 2, kita semakin meningkatkan surveilans sampai tingkat puskesmas dengan meningkatkan kewaspadaan ILI (Influenza-like illness) ini,” paparnya.
Karena penyakit influenza tipe A memang virus yang sudah ada di Bali sebelumnya, sehingga bukan merupakan kasus yang baru.
Namun, dia tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan gaya hidup, serta mencegah penularan dan segera menghubungi dokter jika merasa tidak sehat.