- Perut buncit disebabkan obesitas akibat asupan kalori lebih tinggi daripada pembakaran kalori harian.
- Obesitas yang tidak diatasi berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius seperti diabetes dan penyakit jantung.
- Penghilangan lemak perut dapat dilakukan dengan membatasi kalori, menghindari lemak trans dan makanan manis, serta olahraga rutin.
SuaraBali.id - Perut buncit, masalah bagi setiap orang, baik itu laki – laki maupun perempuan.
Bukan hanya soal usia, banyak juga masalah tersebut dialami oleh anak – anak muda. Penyebab dari perut buncit ini sendiri sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor.
Salah satunya yakni obesitas, atau adanya penumpukan lemak di perut. Hal ini yang akhirnya membuat perut terlihat buncit.
Penyebab utama obesitas adalah asupan kalori dalam tubuh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kalori yang Dibakar.
Baca Juga:BRI Peduli Salurkan 200 Unit Ambulans untuk Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan di Indonesia
Berikut hal – hal yang memacu obesitas:
- Malas Berolahraga
- Jarang melakukan aktivitas fisik yang akhirnya menjadi gaya hidup (kebiasaan)
- Begadang
- Konsumsi Makanan tinggi kalori dan lemak
Baca Juga:Pria, Jangan Anggap Enteng, ISK Mengintai Usia 40-an, Ini 7 Faktanya
- Konsumsi Alkohol
- Stres
Lantas, bagaimana jika sudah terlanjur buncit? Apakah tidak berisiko untuk Kesehatan? Jawabannya adalah, tentu berisiko.
Obesitas yang dibiarkan akan menyebabkan masalah lain, seperti penyakit diabetes, penyakit jantung, hipertensi dan lainnya.
Berikut tips cara menghilangkan lemak di perut yang menyebabkan Tingkat kepercayaan diri menurun:
1. Batasi Asupan Kalori
Tips pertama untuk mengurangi lemak di perut yaitu dengan membatasi asupan kalori. Hal ini bisa dengan mengurangi porsi makan, setengah porsi dari porsi biasanya.
Namun, makan dalam porsi tersebut lebih sering.
2. Hindari Makanan Lemak Trans
Tips kedua untuk mengurangi lemak di perut harus menghindari makanan yang mengandung lemak trans.
Makanan lemak trans biasanya ditemukan di margarin dan makanan kemasan.
Maka dari itu kurangi mengonsumsi gorengan, makanan cepat saji maupun makanan kemasan yang menggunakan minyak terhidrogenasi parsial dalam komposisinya.
3. Batasi Konsumsi Makanan Manis
Tips ketiga untuk mengurangi lemak di perut yaitu dengan membatasi makan makanan manis.
Makanan manis umumnya mengandung fruktosa, jenis gula yang banyak ditemukan di makanan maupun minuman.
Fruktosa ini dikaitkan dengan beberapa penyakit kronis ketika dikonsumsi secara berlebihan.
Beberapa penyakit yang bisa terjadi adalah penyakit jantung, diabetes tipe 2, obesitas, dan perlemakan hati.
4. Gunakan Minyak Kelapa untuk Memasak
Tips keempat untuk mengurangi lemak di perut adalah masak menggunakan minyak kelapa.
Sebuah studi menunjukkan bahwa medium – chain fats di dalam minyak kelapa meningkatkan metabolisme dan mengurangi jumlah lemak yang disimpan sebagai respons terhadap asupan kalori yang tinggi.
5. Meningkatkan Kualitas Tidur
Tips kelima untuk mengurangi lemak di perut adalah dengan memperhatikan pola tidur.
Menurut studi orang yang tidak cukup tidur, bisa mengalami peningkatan berat badan, termasuk lemak di perut.
Meningkatkan kualitas tidur harus menjadi salah satu prioritas utama untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan Kesehatan.
6. Rutin Berolahraga
Tips keenam untuk mengurangi lemak di perut adalah dengan rutin berolahraga.
Sisihkan waktu untuk berolahraga selama 30 hingga 60 menit, lima kali dalam seminggu.
Olahraga yang dilakukan mulai dari olahraga ringan, seperti jalan kaki, bersepeda dan berenang.
7. Minum Air Putih yang cukup
Tips ketujuh untuk mengurangi lemak di perut adalah dengan memenuhi kebutuhan tubuh akan air putih.
Konsumsi air putih 8 gelas (2 – 2,5 liter) per hari.
Hindari untuk mengonsumsi minuman bersoda, jus buah dalam kemasan dan minuman berenergi karena mengandung gula dalam kadar tinggi kalori.
Kontributor : Kanita