Ekonom Ini Nilai Gebrakan Purbaya, Benarkah Sudah Benar?

Ekonom Gede Sandra menilai kebijakan Menkeu Purbaya sudah membuahkan hasil, pro rakyat, dan menciptakan lapangan kerja.

Eviera Paramita Sandi
Kamis, 06 November 2025 | 09:59 WIB
Ekonom Ini Nilai Gebrakan Purbaya, Benarkah Sudah Benar?
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Ekonom Gede Sandra: Kebijakan Menkeu Purbaya sudah tunjukkan hasil awal walau baru menjabat.
  • Suntikan dana, stop tax amnesty & hapus pajak <10jt dorong kredit & daya beli rakyat bawah.
  • Secara umum, kebijakan Purbaya dinilai sangat pro rakyat & berpihak pada ekonomi kerakyatan.

SuaraBali.id - Ekonom Gede Sandra menyebut bahwa dalam kebijakan ekonomi, tolak ukur untuk menilai sebuah kebijakan setelah berjalan 6 bulan.

Meski Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja seumur jagung jabatannya, namun Gede menilai bahwa kebijakan yang dilakukan sudah mulai membuahkan hasil.

“Sebenarnya dalam kebijakan ekonomi itu, kita baru bisa mengukur biasanya setelah satu semester, sekitar 6 bulan, baru kelihatan bener nih apa – apa saja,” sebut Gede, dikutip dari youtube Forum Keadilan TV, Rabu (5/11/25).

Salah satu contohnya yakni mengenai suntikan dana senilai Rp 200 triliun. Menurut Gede, hal tersebut dapat membantu pertumbuhan kredit.

Baca Juga:Rocky Gerung Sebut Menkeu Purbaya 'Pura-pura Banyak Gaya'

“Tapi memang ada beberapa hal yang bisa diukur dalam waktu lebih dekat, misalkan karena kebijakan suntikan dana Rp 200 triliun itu ini sudah mulai terasa terjadi penurunan suku bunga antar bank. Inikan juga bisa membantu pertumbuhan kredit,” jelas Gede.

“Dan saya dengar kabar juga infonya pertumbuhan kredit perbankan juga sudah mulai menanjak naik, meninggalkan level 7% yang sangat rendah sepanjang beberapa tahun terakhir. Jadi sebenarnya ada manfaatnya,” sambungnya.

Selain itu Gede menyebut bahwa Purbaya juga melakukan sejumlah kebijakan yang justru menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak.

“Sebenarnya banyak juga kebijakan – kebijakannya (Purbaya) yang sebenarnya kita nilai inilah kebijakan yang merupakan anti tesis dari kebijakan terdahulu. Contohnya Tax Amnesty seperti diobral begitu saja, inikan secara keadilan pajak sama sekali tidak adil sebenarnya, tapi alhamdulillah Pak Purbaya bisa menghentikan itu, menolak itu,” urai Gede.

“Yang kedua soal cukai tembakau. Dan ini penting juga untuk menciptakan lapangan kerja, jangan sampai lapangan kerja malah menyusut. Itu artinya Pak Purbaya ini pro terhadap penciptaan lapangan kerja,” imbuhnya.

Baca Juga:Alasan Menkeu Purbaya Yakin Utang RI Lunas: 'Saya Pelajari Kelemahan Ekonomi Indonesia'

Trik Purbaya untuk memacu laju ekonomi melalui penghapusan pajak menurut Gede juga sangat tepat. Hal ini tentu akan meningkatkan daya beli dilevel bawah.

“Kemudian tentang penghapusan pajak sampai pendapatan Rp 10 juta kebawah, ini yang paling penting,” ujar Gede.

“Karena apa? Bila ini benar – benar terjadi dibawah, artinya dilaksanakan, itu bisa meningkatkan daya beli dilevel bawah. Rumusnya kan memang bila kita ingin memacu pertumbuhan ekonomi, pajak itu harus diturunkan dulu. Nanti setelah ekonomi tumbuh Panjang, baru kita naikkan lagi,” tambahnya.

Dari berbagai macam kebijakan yang dikeluarkan oleh Purbaya ini, Gede menilai bahwa kebijakan tersebut sangat pro rakyat.

“Sebenarnya kebijakan Pak Purbaya ini sangat pro rakyat, dia memiliki elemen terpenting dalam ekonomi kerakyatan. Jadi memberikan ruang bertumbuh untuk orang bawah, menjaga lapangan kerja, ini ciri – ciri dari ekonomi kerakyatan,” jelas Gede.

Melihat karakter hingga strategi Purbaya yang dinilai menjadi trobosan baru didunia pemerintahan, menurut Gede Indonesia membutuhkan orang – orang seperti Purbaya.

“(Kita butuh orang seperti Pak Purbaya) ini 10 nggak tuh. Bener nggak tuh? Susah juga nyari orang kayak dia ya. Atau 5 dulu lah mungkin,” aku Gede sembari tertawa.

“Saya rasa ada sih, mereka ekonomi – ekonomi kerakyatakan saya rasa mereka menunggu. Yang gabung sama Pak Purbaya mazhabnya ya harus itu, kalau nggak berantem mereka nanti, malah nggak solid lagi,” imbuhnya.

Gede menilai bahwa orang – orang yang bisa mendampingi atau bekerja sama dengan Purbaya adalah mereka yang memang memiliki aliran ekonomi yang sama.

“Pak Jonan bisa (untuk jadi teman Pak Purbaya), selain itu banyak sebenarnya nama – nama besar, nama – nama ekonom yang saya hormati yang memang memiliki aliran ekonomi kerakyatan,” jelas Gede.

“Tapi ada salah satu nama yang saya ingin sekali itu bisa membantu Pak Purbaya, ada Namanya Ibu Hendi Saparini, beliau beberapa kali pernah jadi fanelis debat soal ekonomi,” sambungnya.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini