- Kementerian Agama menetapkan awal Ramadan 1447 H/2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
- Salat Tarawih pertama dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan sidang Isbat di Jakarta.
- Setiap malam pelaksanaan Tarawih, mulai malam pertama hingga ketujuh, memiliki keutamaan dan pahala yang berbeda.
SuaraBali.id - Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal puasa Ramadan 1447 H/2026 pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sementara untuk Salat Tarawih pertama jatuh pada Hari Rabu, 18 Februari 2026. Hal ini berdasarkan Keputusan sidang Isbat di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa (17/2/26).
Sehingga mulai malam ini, salat Tarawih akan mulai dilakukan. Meskipun hukumnya Sunnah Muakkad, namun salat Tarawih ini memiliki keistimewaan.
Bahkan, di setiap malamnya memiliki keutamaan yang berbeda-beda, sebagaimana tertulis dalam kitab Durratun Nashihin.
Baca Juga:5 Persiapan Wajib Sebelum Menyambut Salat Tarawih Ramadan 1447 H
Berikut Fadhilah mengerjakan Salat Tarawih Malam Pertama hingga Ketujuh:
1. Malam Pertama
يَخْرُجُ الْمُؤْمِنُ مِنْ ذَنْبِهِ فِى اَوَّلِ لَيْلَةٍ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ
Artinya: “Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia”.
2. Malam Kedua
Baca Juga:Warga Mataram Gotong Royong Cuci Karpet Masjid Pakai Cara Ini
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ يُغْفَرُ لَهُ وَلِأَبَوَيْهِ اِنْ كَانَا مُؤْمِنَيْنِ
Artinya: “Pada malam kedua, orang yang salat tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin”.
3. Malam Ketiga
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ يُنَادِيْ مَلَكٌ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ اِسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِك
Artinya: “Pada malam ketiga, malaikat di bawah Arsy berseru: Mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu”.
4. Malam Keempat
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةِ لَهُ مِنَ الْاَجْرِ مِثْلُ قِرَاءَةِ التَّوْرَاتِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالزَّبُوْرِ وَالْفُرْقَانِ
Artinya: “Pada malam keempat, dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an”.
5. Malam Kelima
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَنْ صَلَّى فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ الْمَسْجِدِ الْمَدِيْنَةِ وَالْمَسْجِدِ الْاَقْصَى
Artinya: “Pada malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang salat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha”.
6. Malam Keenam
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى ثَوَابَ مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ حَجَرٍ وَمَدْرٍ
Artinya: “Pada malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanah pun memintakan ampunan untuknya”.
7. Malam Ketujuh
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا اَدْرَكَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ وَنَصَرَهُ عَلَى فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ
Artinya: “Pada malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir’aun dan Haman”.
Begitulah Fadhilah mengerjakan Salat Tarawih di malam pertama hingga ketujuh.
Salat Tarawih sendiri dilakukan selepas salat Isya’ dan ditutup dengan salat witir (salat sunat dengan jumlah rakaat ganjil).
Kontributor : Kanita