Alarm Banjir di Bali Belum Siap, Warga Diminta Andalkan Medsos

BPBD Bali imbau warga gunakan alternatif peringatan banjir (medsos, kulkul) karena pemasangan alarm dini butuh perencanaan & waktu.

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 24 Oktober 2025 | 14:42 WIB
Alarm Banjir di Bali Belum Siap, Warga Diminta Andalkan Medsos
Banjir yang menggenangi kawasan Underpass Simpang Dewa Ruci, Kuta, Badung, Bali, Rabu (10/9/2025). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]
Baca 10 detik
  • BPBD Bali minta warga pakai alternatif lain (medsos, WA) sebelum alarm peringatan banjir terpasang.
  • Alarm banjir tak bisa dipasang cepat karena butuh perencanaan matang dan juga anggaran pemerintah.
  • Pemasangan alarm tak asal bunyi, harus ada perencanaan evakuasi kapan & di level air berapa.

SuaraBali.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali meminta masyarakat menggunakan alternatif lain sebelum banjir melanda.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya merespons keinginan Gubernur Bali Wayan Koster agar sistem atau alarm peringatan dini banjir dipasang sebelum Bali memasuki puncak musim hujan akhir tahun hingga awal tahun mendatang.

“Ya pakai alternatif lain dulu, karena peringatan dini itu kan memang kebutuhan, tapi kan tidak bisa serta merta pasang, karena ada perencanaannya juga, penganggarannya, baru nanti eksekusi,” kata dia di Denpasar, Jumat (24/10/2025).

Salah satu alternatif yang disebut bisa digunakan adalah media sosial atau informasi di jejaring WhatsApp (WA), bahkan untuk lingkup lebih kecil bisa memanfaatkan kulkul banjar untuk memberi peringatan.

Baca Juga:Dana Daerah 'Nganggur' Rp2,27 Triliun? Badung Bantah Keras Klaim Menkeu

Ia mengatakan bahwa yang terpenting adalah kesadaran potensi bencana, dimana berkaca dari pengalaman banjir besar bulan lalu informasi peringatan dini hujan lebat sudah beredar, sehingga semestinya dari sana sudah dapat diantisipasi masing-masing.

Terkait alarm peringatan dini banjir sendiri, Teja Bhusana mengatakan ia termasuk yang berupaya agar sistem alarm segera terwujud, baik dianggarkan BNPB maupun Pemprov Bali, namun tidak dapat dalam waktu singkat.

Ia juga tidak dapat menjamin sistem tersebut tersedia saat musim hujan akhir tahun nanti, pun jika hendak didatangkan, pemerintah daerah perlu menyiapkan perencanaan terlebih dahulu sebelum memasang.

Artinya, membutuhkan waktu lagi.

“Ya perencanaannya juga di setiap daerah bisa beda karakter ya, nanti kan tidak asal bunyi alarm, kalau bunyi alarm lalu bagaimana, ini harus dipahami dulu, prosedur evakuasi seperti apa, kapan bunyinya, di meter berapa, itu ada perencanaannya dulu, ada perhitungannya, kemudian nanti baru eksekusinya,” ujar Teja Bhusana.

Baca Juga:Dana Nganggur Rp 234 Triliun: Menteri Purbaya Ultimatum Pemda, Termasuk Badung

Ide pemasangan peringatan dini banjir  hadir setelah Bali mengalami banjir besar yang hulunya dari sungai-sungai, sehingga Pemprov Bali meminta dukungan pusat dalam pemasangan sistem peringatan, setidaknya di empat titik sungai utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini