Derita Korban TPPO Bermodus ABK, Hidup Dalam Gelap Dan Makan Hanya 2 Sendok Mi Instan

Ironisnya, mereka hanya menerima sekitar Rp2,5 juta, itupun telah dipangkas untuk berbagai biaya yang dibebankan oleh calo dan sponsor tak bertanggung jawab.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 06 September 2025 | 10:26 WIB
Derita Korban TPPO Bermodus ABK, Hidup Dalam Gelap Dan Makan Hanya 2 Sendok Mi Instan
Istimewa/beritabali.com

SuaraBali.id - Skandal mengerikan terungkap di Pelabuhan Benoa, Denpasar, saat Polda Bali berhasil membongkar dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menyasar para pemuda dengan kedok perekrutan anak buah kapal (ABK).

Sebanyak 21 calon ABK muda, yang menjadi korban janji palsu, berhasil dievakuasi dari kapal penangkap cumi KM Awindo 2A.

Para korban, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jabodetabek, dan Banten, termakan bujuk rayu pekerjaan layak, gaji menggiurkan, dan perekrutan bebas biaya.

Namun, kenyataan pahit menanti mereka.

Baca Juga:Man Of The Match, Bali United Raih Kemenangan Perdana, Ricky Fajrin Jadi Bintang

"Namun ternyata mereka ditipu dan malah dipaksa bekerja dalam kondisi tidak manusiawi,” ungkap Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, Jumat (5/9/2025).

Awalnya, mereka dijanjikan bekerja di perusahaan pengolahan ikan dengan iming-iming gaji Rp3,4 juta per bulan dan uang muka Rp6 juta.

Ironisnya, mereka hanya menerima sekitar Rp2,5 juta, itupun telah dipangkas untuk berbagai biaya yang dibebankan oleh calo dan sponsor tak bertanggung jawab.

Setelah dikumpulkan di Pekalongan, para calon ABK ini dibawa ke Bali dan disekap di KM Awindo 2A, sebuah kapal yang diketahui beroperasi di perairan Papua dan Laut Arafura.

Misteri kepemilikan kapal ini masih dalam penyelidikan intensif pihak berwenang.

Baca Juga:Georgia Kepincut Bali: Gubernur Koster Bakal Bantu Buka Konsulat

Kasus keji ini mencuat pada 29 Juli lalu, ketika salah satu korban memberanikan diri melapor ke Basarnas dan meminta evakuasi.

Penyelidikan yang mendalam mengungkap fakta-fakta yang mengguncang nurani. Para korban mengaku mengalami kondisi kerja yang sangat memprihatinkan dan penuh tekanan.

“Jadi, sebagian besar mereka merasa ditipu, takut, ingin pulang, dan khawatir dicelakai bila kapal kembali berlayar,” jelas Ariasandy.

Setibanya di Gedung RPK Polda Bali, gambaran penderitaan mereka semakin jelas.

Identitas dan ponsel para korban disita, tanpa ada kontrak kerja yang jelas maupun jaminan keselamatan.

Mereka dipaksa bertahan hidup dengan jatah makan yang tak manusiawi hanya enam bungkus mie instan untuk 21 orang, yang berarti setiap orang hanya mendapat dua sendok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak