9 Tahun Tiada, Mulang Pekelem Digelar Lagi Selat Bali Setelah Insiden KMP Tunu Pratama Jaya

Dalam prosesi upacara nanti, akan dilakukan pelarungan sejumlah hewan ke tengah laut,

Eviera Paramita Sandi
Kamis, 24 Juli 2025 | 13:16 WIB
9 Tahun Tiada, Mulang Pekelem Digelar Lagi Selat Bali Setelah Insiden KMP Tunu Pratama Jaya
Selat Bali [ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/bar]

SuaraBali.id - Upacara Mulang Pekelem akan dilakukan di Selat Bali setelah dihentikannya operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Upacara ini diikuti masyarakat di Gilimanuk bersama instansi terkait.

Upacara ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus permohonan keselamatan di tengah laut, terutama di jalur penyeberangan yang padat aktivitas pelayaran.

Adapun ritual mulang pekelem ini rencananya akan dilaksanakan pada Jumat (25/7/2025) di sekitar Dermaga LCM Gilimanuk, berdekatan dengan Pura Segara.

Baca Juga:Duka Imam, Istri Dan Anak Hendak Liburan ke Bali Malah Jadi Korban Tewas KMP Tunu Pratama Jaya

Upacara ini merupakan yang pertama digelar kembali setelah hampir sembilan tahun terakhir tidak dilakukan di kawasan tersebut.

Ketua panitia karya yang juga Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Toni Wirahadikusuma, menjelaskan bahwa persiapan upacara telah dilakukan dengan melibatkan Desa Adat Gilimanuk, ASDP, serta unsur Kecamatan Melaya.

Pihaknya juga telah memohon petunjuk kepada para sulinggih di wilayah Gilimanuk dan Manistutu terkait pelaksanaan upacara tersebut.

"Upacara ini merupakan ungkapan bhakti dan upaya menjaga keharmonisan alam semesta, utamanya di wilayah laut Selat Bali yang menjadi jalur utama pelayaran," ujar Ida Bagus Toni.

Dalam prosesi upacara nanti, akan dilakukan pelarungan sejumlah hewan ke tengah laut,

Baca Juga:34 Korban KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan di Bali, ABK Ungkap Gelombang Hingga 4 Meter

termasuk kerbau dan angsa, sebagai simbol persembahan kepada laut. Pelarungan atau nglarung ini mengikuti tatanan dan tradisi adat Bali.

Sementara itu, Manajer Usaha ASDP Gilimanuk, Ryan Dewangga, menyampaikan bahwa ritual ini juga atas saran dan dukungan dari Bupati Jembrana.

ASDP turut memfasilitasi pelaksanaan upacara, termasuk penyediaan kapal motor yang akan digunakan untuk pelarungan persembahan.

Menariknya, ritual mulang pekelem kali ini juga beriringan dengan tradisi petik laut yang biasa dilakukan oleh komunitas nelayan muslim Gilimanuk.

Dalam prosesi tersebut, masyarakat juga akan melarung kepala kerbau ke tengah laut sebagai bentuk syukur dan harapan akan keselamatan dalam mencari nafkah di laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini