Apa Kata Sandiaga Uno Tentang Villa Tak Berizin yang Marak di Bali Kini?

Wisatawan Bali meningkat, tapi akomodasi resmi tak merasakan dampaknya. Akomodasi digital tak berizin disorot karena rugikan ekonomi lokal. Pengawasan & legalitas penting!

Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 23 Mei 2025 | 14:42 WIB
Apa Kata Sandiaga Uno Tentang Villa Tak Berizin yang Marak di Bali Kini?
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno [Istimewa]

SuaraBali.id - Jumlah kunjungan wisatawan ke Bali terus meningkat, kendati demikian hal ini menjadi anomali karena akomodasi pariwisata resmi ternyata tak mendapatkan dampak secara nyata.

Menurut mantan menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, lonjakan wisatawan seharusnya diimbangi dengan kontribusi nyata terhadap ekonomi lokal.

Menurutnya tren wisatawan kini lebih memilih menginap di vila atau akomodasi non-hotel berbasis platform digital.

“Wisatawan kini banyak memilih vila lewat platform digital. Itu sah-sah saja, tetapi harus dipastikan bahwa akomodasi yang mereka pilih berizin, tersertifikasi, dan dipantau pemerintah,” ujar Sandiaga dalam pernyataannya di Nusa Dua, Badung, Kamis (22/5/2025),

Baca Juga:Sedihnya, Ikan Koi Puluhan Juta Ini Mati Gara-gara Listrik Mati

Menurutnya, penting dilakukan pengawasan dan legalitas terhadap akomodasi digital agar tidak terjadi kebocoran pendapatan daerah.

Ia menilai bahwa pilihan wisatawanbaik hotel maupun vilaharus tetap memberi kontribusi bagi ekonomi Bali.

“Kita ingin peningkatan kunjungan ini berdampak positif. Jangan sampai ekonomi Bali tidak mendapat apa-apa karena wisatawan menginap di tempat yang tidak terdaftar dan tidak membayar pajak,” lanjutnya.

Untuk itu Sandiaga menyoroti pentingnya sistem formal yang bisa mewadahi keluhan wisatawan dan menjamin kualitas layanan.

Ia meyakini pendekatan ini merupakan fondasi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat Bali.

Baca Juga:Demo Ojol Nasional: Bali Ogah Turun ke Jalan, Ini Alasannya

“Wisatawan harus memberi dampak yang positif bagi masyarakat dan ekonomi Bali. Itu yang menjadi landasan kita dalam mengembangkan pariwisata ke depan,” tegasnya.

Akomodasi Tak Berizin Bikin Rugi

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali dan Pemprov Bali mengendus adanya ribuan akomodasi tak berizin bagi wisatawan di Bali.

Hal tersebut juga disinyalir menjadi penyebab turunnya tingkat okupansi hotel-hotel di Bali.

Sekjen PHRI Bali, Perry Markus menjelasksan jika pada periode awal tahun biasanya rerataan tingkat okupansi hotel di Bali berada di kisaran 60-70 persen.

Namun, kini pihaknya mengalami penurunan yang mengakibatkan turunnya keuntungan hingga 10-20 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini