“Dari alat bukti yang ada nanti setelah pemeriksaan digelar, setelah digelar baru ditentukan statusnya dinaikan jadi tersangka atau tidak,” imbuhnya.
Dia juga menjelaskan jika awalnya ada 8 orang yang diamankan. Namun, hanya 7 yang dinaikkan sebagai terduga pelaku.
Kendati demikian, Ariasandy belum menjelaskan secara rinci kronologis kejadian tersebut. Dia meminta untuk menunggu proses penyelidikan yang tengah berlangsung.
“Kita tunggu prosesnya karena ini hal miris terjadi di Bali, jangan sampai terjadi hal-hal seperti itu, ini mesti menjadi pembelajaran bersama,” tuturnya.
Baca Juga:Viral Polda Bali Dituduh Menolak Laporan WN Turki, Begini Klarifikasinya
Sementara, Ariasandy menyebut jika dugaan adanya pencurian tabung gas yang berkaitan dengan peristiwa tersebut sebagai perkara yang berbeda.
Hal tersebut bisa dijadikan perkara jika ada pihak yang melaporkan hal tersebut.
Namun, Ariasandy menyebut hingga saat ini belum ada yang melaporkan dugaan pencurian tabung gas tersebut.
“Itu perkara lain, mencuri gas itu masih perkara lain ya, ada yang lapor gak?” paparnya.
“Sampai saat ini tidak ada (laporan pencurian tabung gas), yang ada laporannya perbuatan yang diperiksa ini,” ungkapnya.
Baca Juga:Polda Bali Minta Wisatawan Pakai Google Map Hindari Macet Saat Nataru
Video yang viral di media sosial itu juga sudah mendapat perhatian dari ribuan warganet di media sosial Instagram.