Drama Gas Melon: Warga Denpasar Antre Berhari-hari, Jualan Terhenti

Antrean gas LPG 3 kg terjadi di Denpasar. Warga rela antre berjam-jam demi mendapatkan gas melon. Kelangkaan ini membuat warga kesulitan, terutama pedagang kecil yang terpaksa berhenti berjualan.

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 04 Februari 2025 | 12:10 WIB
Drama Gas Melon: Warga Denpasar Antre Berhari-hari, Jualan Terhenti
Antrian gas LPG 3 Kilogram di Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Selasa (4/2/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

SuaraBali.id - Antrean gas LPG 3 kilogram kembali terjadi di Denpasar. Setelah kemarin sempat dipadati warga, Pangkalan Sri Purnami di Jalan Gunung Merapi, Denpasar juga kembali dijejeri warga yang menanti datangnya pasokan gas LPG.

Sejumlah warga sudah mendatangi pangkalan sejak pukul 08.00 WITA, namun beberapa memilih putar balik karena mendapat informasi pasokan gas melon belum datang. Namun, tak sedikit dari mereka yang memilih bertahan.

Para warga yang sebelumnya tidak mengenal satu sama lain, kini justri berbagi cerita di tengah ketidakpastian jadwal datangnya gas tersebut.

Retno mengaku sudah ikut mengantri sejak tiga hari lalu. Dia juga mencoba mencari gas melon ke pangkalan lain namun tak juga mendapatkan hasil. Sehingga, dia memilih menunggu di pangkalan tersebut karena jadwalnya paling awal.

Baca Juga:Diprotes Masyarakat Tantowi Yahya Akan Cabut Nama Jalan Kura-kura Bali

Dia mengaku jika jauh lebih mudah mendapatkan gas melalui warung. Meski harga yang dipatok lebih mahal, namun dia tak mempermasalahkannya selama stoknya tersedia.

“Katanya biar harganya stabil biar di agen, harganya murah 20 ribu. Tapi malah nyusahin kayak gini gak bisa jualan,” ujar Retno saat ditemui di lokasi.

Perempuan yang sehari-hari berjualan martabak itu sampai tidak dapat berjualan selama tiga hari itu akibat tidak memperoleh gas LPG dan menghabiskan waktu untuk mencari gas.

“Tiga hari (tidak bisa berjualan), tiap ke sini pagi belum datang. Nanti baru sebentar udah habis, mau gak mau nunggu kayak gini,” imbuhnya.

Sementara,  seorang pria lansia juga ikut menunggu gas sejak pagi. IWK (inisial) mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 07.00 WITA. Dia mengaku kesulitan karena kebijakan yang baru diterapkan ini.

Baca Juga:Dari Pagi Keliling Jual Barongsai Mini, Pedagang di Denpasar Raup Untung Jelang Imlek

Dia juga memberi masukan jika semestinya kebijakan pemerintah diuji coba terlebih dahulu, ketimbang langsung dilakukan dan menyusahkan.

Dia juga menilai akan lebih efektif jika pangkalan gas dibangun di setiap banjar atau RT, sehingga distribusi kepada masyarakat sekitar lebih merata.

“Tiap desa mestinya ada dibuat berapa pangkalan kan gitu, uji coba gitu, jangan seperti ini masyarakat kan susah. Satu desa berapa KK, berapa dibutuhkan pangkalan,” tuturnya.

Setelah menunggu sekitar 2 jam, truk yang membawa stok gas akhirnya datang. Para warga yang sudah mengantri kemudian berjejer rapi dan mendapatkan gas melon dengan tertib.

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini